Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

CATATAN KECIL GUS DUR

Blog EntryMar 27, '08 2:44 AM
for everyone

Gus Dur,keturunan nabi? banyak orang yang tidak percaya bahwa Gus Dur yang terkenal kontroversial ini adalah keturunan nabi, namun dalam kenyataannya, silsilah gus dur menyambung ke rasullulah SAW.

Dapat dibuktikan dari sebuah Al-kitab Talchis karangan Abdulloh Bin Umar Assathiri. Sumber ini diklaim telah diteliti dan direstui Rois Aam Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyyah KH. Habib Lutfi Ali Yahya, Pekalongan.

Berikut petikan silsilah Gus Dur sampai ke Nabi Muhammad SAW:

1. Muhammad Salallahu Alaihi Wailaihi Wasalam, 2. Sayyidina Fatimatus Zahro dengan Sayyidina Ali, 3. Sayyidina Husen Bin Ali, 4. Sayyidina Ali Zaenal Abidin, 5. Sayyidina Muhammad Al-Baqir, 6. Sayyidina Ja’far Shodiq, 7. Sayyidina Ali AL-Uroidi, 8. Sayyidina Muhammad Annaqib, 9. Sayyidina Sayyidina Isa Arrumi, 10. Sayyidina Ahmad Al-Muhajir Ilallah.Urutan ke 11 Sayyidina Ubaidillah, 12. Sayyidina Alawi, 13. Sayyidina Muhammad, 14. Sayyidina Alawi Muhammad, 15. Sayyidina ALI Choli’ Qosan, 16. Sayyidina Muhammad Shohibu Mirbat, 17. Sayyidina Alawi, 18. Sayyidina Amir Abdul Malik, 19. Sayyidina Abdulloh Khon, 20. Sayyidina Ahmad Syah Jalal, 21. Sayyidina Jamaludin Khusen, 22. Sayyidina Ibrohim Asmuro, 23. Sayyidina Ishak, 24. Sayyidina Ainul Yaqin (Sunan Giri), 25. Sayyidina Abdurrohman (Jaka Tingkir), 26. Sayyidina Abdul Halim (P. Benawa), 27. Sayyidina Abdurrohman (P. Samhud Bagda), 28. Sayyidina Abdul Halim, 29. Sayyidina Abdul Wahid, 30. Sayyidina Abu Sarwan.

Urutan ke 31 Sayyidina KH. As’ari , 32. Sayyidina KH. Hasyim As’ari  33. Sayyidina KH. Abdul Wahid Hasyim, dan ke-34 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).



66 CommentsChronological   Reverse   Threaded
maryanto77 wrote on Mar 27, '08
lengkap banget nih
oaseditamanhati wrote on Mar 28, '08
wah hebat infonya lengkap...
rezasetiawan86 wrote on Jun 8, '08
wah..hebat banget...makasih ya...
Comment deleted at the request of the author.
kymaszay wrote on Jun 28, '08
maksih telah kasih info seorang toko yan sekaligus supermen indonesia.
aku minta tolong bantu cari silsilah sunan kalijaga ke bawah. ok makasih
r13ff wrote on Feb 4, '09, edited on Feb 4, '09
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kalo kita ngerti ajaran Islam, tentunya kita akan langsung berkata "SEMUA ITU BOHONG!!!"
Bukankah yang namanya keturunan itu dari garis laki-laki? sementara Rasulullah Muhammad SAW tidak memiliki putra laki-laki? Ketika Fatimah Az Zahrah RA menikah dengan Ali bin Abi Thalib RA, berarti keturunannya adalah keturunan Ali bin Abi Thalib RA.
Allah SWT maha mengetahui yang sampai kapanpun tidak akan dan tidak akan pernah ceroboh. Kemuliaan Rasulullah SAW tidak akan ternodai oleh keturunannya, APALAGI OLEH SEORANG GUSDUR!, emang dia itu siapa?
Secara logika, kita asumsikan setiap 30 tahun seseorang memiliki anak/keturunan atau generasi baru, maka keturunan atau generasi ke 31 berada pada tahun ke 930 sejak generasi pertama. Jadi kalo Gus Dur generasi ke 31 berarti dia harus lahir di tahun 1501 M (lahir Rasulullah SAW th 571 + 930 = 1501). Bohong Khan...?!
Udah lah.... jangan cari-cari sarana untuk pengkultusan, kita perlu belajar secara logika apa yang bisa kita logikakan. Tentang Gus Dur, beliau awalnya adalah orang yang baik, kemudian pertengahannya adalah orang jahat (dengan berbagai komentarnya yang justru menghancurkan Islam), dan akhir hayatnya semoga kembali menjadi baik, Insya Allah.
Yang pasti... KITA SEMUA ADALAH KETURUNAN NABI, YAITU NABI ADAM AS. Oleh sebab itu mari kita jaga kemuliaan diri kita sebagai keturunan nabi.
Mekaten poro sederek....
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
chupzsegav wrote on Feb 21, '09
Assalamu'alaikum wr. wb.

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, isu yang beredar dari dulu sering terdengar seperti ini “katanya sih... Basyaiban", “katanya keturunan Sunan Giri, Walisongo.”

Untuk menetapkan nasab seseorang banyak hal yang harus bisa dipastikan dan dipertanggung jawabkan disamping harus melewati proses penelitian secara seksama dan hati-hati, seperti saksi dan bukti-bukti yang otentik, bukan dengan cara perkiraan, katanya, dan sebagainya. Banyak Alawiyyin yang nama-nama mereka tidak tercatat pada kitab-kitab nasab rujukan, tetapi hal itu bukan berarti mereka bukan Alawiyyin, seperti halnya Alawiyyin di beberapa kota di Sumatera, hanya saja apabila mereka memohon penerbitan buku nasab maka tidak akan bisa diterbitkan oleh Maktab Daimi - Rabithah Alawiyah, dikarenakan hilangnya/tidak tercatatnya nama-nama dari generasi demi generasi atau lebih dari 3 atau 4 nama dalam urutan silsilah mereka, hal ini membuat silsilah tersebut kabur dan tidak jelas/pasti, sedangkan dalam menetapkan nasab seseorang semua harus diketahui secara jelas, pasti, dan dapat dipertanggung jawabkan. Siapa orang yang berani mengajukan penyaksian atas satu demi satu nama-nama dari sekian banyak generasi yang terputus dalam silsilah mereka? Data-data apa yang mereka bawa untuk memperkuat kesaksian mereka agar bisa diterima dan sesuai kriteria? Dalam hal ini kita harus bijaksana dan berhati-hati dalam meng-klaim seseorang itu sayyid atau non-sayyid, karena akibatnya bisa fatal. Fatal karena ini adalah menyangkut penetapan hubungan darah dengan Rasulullah saw dan Sayyidatuna Fahimah az-Zahra r.a.

Silsilah nasab Al-Basyaiban adalah satu silsilah/garis keturunan dengan Al-Habsyi, Asshatiry, Jamalullail, Bin Sahil, dsb, yaitu keturunan dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath, sedangkan Walisongo, mereka adalah keturunan dari Alwi 'Ammil Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath (paman dari al-Faqih al-Muqaddam). Disini Perbedaan jalur silsilah sudah jelas terlihat, yang satu dari al- Faqih al-Muqaddam yang satu dari ‘Ammul Fagih.

Silsilah nasab zurriyah (keturunan) para Walisongo tidak tercatat di dalam kitab-kitab nasab rujukan Maktab daimi – Rabithah Alawiyah. Yang tercatat hanya sampai pada nama-nama Walisongo dan anak-anak mereka. Begitu juga halnya dengan Al-Basyaiban, dalam kitab silsilah nasab rujukan Alawiyyin pada jilid 12, halaman-halaman kosong terlihat begitu banyak karena lebih dari 3 atau 4 generasi yang tidak tercatat. Jika kita hitung berapa kurun waktu sejak tidak tercatatnya silsilah mereka sampai dengan sekarang, bisa lebih dari 100 tahun !

Kitab berjudul “Talkhis” karangan habib Abdullah bin Umar Assathiri yang disebutkan oleh akhina Ibro Uraidzi diatas, harus ditinjau dan diteliti kembali dengan meng-cross check ke kitab-kitab nasab rujukan Alawiyyin lainnya berkenaan dengan keturunan Walisongo untuk menemukan data yang akurat dan menghasilkan kesimpulan yang pasti. Sepengetahuan ana, kitab nasab karangan Habib Abdullah bin Umar Asshatiri berjudul “al-Mu’jam al-Lathif”, Didalam kitab tersebut (al-Mu’jam al-Lathif) tidak memuat tentang keturunan dari Walisongo, tapi lebih kepada latar belakang timbulnya nama qabilah dan ringkasan biografi penyandang pertama nama qabilah tersebut.
“Talkhis” secara literature berarti “ringkasan”, ringkasan tentang apa yang dimuat dalam kitab “Talkhis” tersebut? tetapi apabila benar kitab yang berjudul “Talkhis” tersebut memang ada, mohon akhina Ibro Uraidzi dapat menginformasikan kepada ana dimana ana bisa mendapatkan kitab tersebut, min fadhlik..

Sebagai informasi, silsilah nasab keturunan Walisongo tidak tercatat pada 3 kitab sumber rujukan nasab Alawiyyin yang ada pada Maktab Daimi - Rabithah Alawiyah, 3 kitab tersebut merupakan rujukan untuk menetapkan silsilah nasab seorang saadah, yaitu kitab rujukan nasab Alawiyyin Hadhramaut karangan Mufti Hadhramaut al-'Arif Billah alhabib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur (7 jilid), kitab sensus nasab Alawiyyin (ihso') di Indonesia tahun 1932 karya habib Ali bin Ja'far Assegaf (3 jilid), dan kitab induk nasab Alawiyyin (15 jilid). Kitab nasab karya Habib Abdurrahman Al-Masyhur adalah sumber rujukan utama diantara ketiga kitab tersebut. Kitab nasab Alawiyyin karya beliau lainnya yaitu as-Syams adz-Dazhirah, yang kemudian di tahqiq (diperkuat/diperjelas) oleh alhabib Muhammad Dhiya Shahab, dan di talkhis (diringkas) oleh alhabib Ahmad bin Abdullah Assegaf (salah satu pendiri Jamiat Kheir). Pada kitab nasab rujukan karya habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur hanya ada catatan (note) yang menyebutkan bahwa keturunan dari Abdul Malik bin Alwi Ammul Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath (sepupu dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath) banyak tersebar di Haydarabad (india) dan dikenal dengan sebutan Al-Adzamat Khan.

Kitab nasab rujukan yang ada di Hadhramaut sekarang yang dipegang oleh habib Masyhur Bin Syaich Abubakar adalah sama persis dengan kitab nasab Hadhramaut yang menjadi rujukan Maktab Daimi - Rabithah Alawiyah, karena judul dan pengarangnya adalah sama, yaitu habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur. Kitab tersebut ditulis menjadi 2 set (asli), satu untuk di Hadhramaut, dan yang satunya lagi dibawa ke Indonesia pada tahun 1928 M sewaktu Rabithah Alawiyah dibentuk. Jadi isi catatannya adalah sama.
Tanpa mengurangi rasa hormat saya yang amat dalam kepada guru saya yaitu habib Masyhur Bin Syaich Abubakar, Tarim, pertanyaan ini hanya untuk studi banding, apakah kitab nasab rujukan yang sekarang ada di Hadhramaut tersebut adalah masih aktif didalam penambahan/pencatatan nama-nama dari zaman dahulu sampai dengan sekarang, seperti kitab nasab rujukan yang ada di Indonesia yaitu di Maktab Daimi - Rabithah Alawiyah? yang aktif dalam pencatatan silsilah/penambahan nama Alawiyyin sejak dimulainya sensus pada tahun 1932 oleh habib Ali bin Ja’far Assegaf dan berlanjut sampai dengan saat ini, sehingga akibat dari aktifnya pencatatan tersebut dan meningkatnya jumlah Alawiiyiin di Indonesia, permasalah yang timbul pun semakin kompleks dan beragam, sehingga sangat membutuhkan ketelitian dan kejelian didalam meneliti dan kehati-hatian didalam menetapkan nasab seorang Alawiyyin. Apakah di Hadhramaut banyak terjadi kasus-kasus seperti yang terjadi selama ini di Indonesia dan kasus-kasus tersebut dibahas dalam setiap studi nasab disana? Atau hanya membahas tentang hokum-hukum syara’ berkenaan dengan nasab?
Kepada akhy Hanif alatas, ana butuh penjelasan dari Antum tentang hal ini, karena Antum pernah berada di sana dan menimba ilmu dengan syaikhy alhabib Masyhur Bin Syaich Abubakar, min fadhlik ya akhy…

Sebagai informasi, Maktab Daimi – Rabithah Alawiyah hanya mencatat, menetapkan, dan menerbitkan buku nasab seorang saadah yang namanya, atau nama orang tuanya, atau nama kakeknya tercantum didalam kitab-kitab nasab rujukan yang telah disebutkan diatas, serta didukung oleh kesaksian-kesaksian yang dapat dipertanggung jawabkan dari para saksi yang yang memenuhi kriteria untuk menjadi seorang saksi, dan didukung dengan data-data yang konkret.

Dan sebagai bahan renungan, akhina Hanif Alatas pernah menyampaikan kepada kita (dalam forum “Ngaku-ngaku Habib, gymana tuch?”) hadits Rasulullah saw sebagai berikut :

Sabda Rasulullah saw :
"Man kazzaba 'alayya muta'ammidan falyatabawwa' maq'adahu minan nar"
yang artinya : "Barang siapa yang berbohong atas ku maka tempatnya di neraka "

Coba kita bayangkan, bagaimana kalau kita dengan gampang tanpa meneliti dahulu sebelumnya dengan seksama, menetapkan bahwa seseorang adalah cucu Rasulullah saw, atau bukan cucu Rasulullah saw, yang kemudian pada akhirnya terbukti pada Yaumil ‘Akhir bahwa penetapan kita tersebut adalah salah, apakah kita berani mengahadap kepada Rasulullah saw dan menanggung malu di depan Beliau, disaat kita ingin mencium tangan beliau dan mengharapkan syafaat dari beliau, sedangkan kita telah mengecewakan hati beliau dan membuat sedih hati Sayyidatuna Fathimah az-Zahra?
Na’udzu billah min dzalik..

Kesimpulannya, Maktab Daimi - Rabithah Alawiyah tidak pernah akan menetapkan dan memberikan legitimasi atas silsilah nasab K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dikarenakan silsilah nasab beliau tidak tercatat pada kitab-kitab nasab rujukan Alawiyyin.

Wallahu ‘A’lam bis Shawaab.

Afwan.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
chupzsegav wrote on Feb 21, '09
I N F O :

1. Silsilah nasab Gus Dur yang tertulis pada forum "Menurut Habib Lutfi Bin Yahya dari Pekalongan, Gusdur Seorang Habibin" oleh akhina yg bertuliskan bahwa beliau pada keturunan yang ke-33 dari Rasulullah saw, padahal pada zaman sekarang ini tidak ada silsilah nasab yang menyambung kepada Rasulullah saw kurang dari 36 atau 37 atau 39 silsilah, ini adalah sesuatu yang ganjil dan tidak mungkin.

2. Menurut cerita yang saya dapat dari salah satu orang tua dari hahaib, bahwa beliau sudah pernah bertemu dengan Gus Dur dan menanyakan langsung silsilah nasabnya, Gus Dur menjawab bahwa urutan silsilah nasab yang dia tahu hanya sebagai berikut : Abdurrahman Wahid bin Abdul Wahid Hasyim bin As'ari" selanjutnya dia tidak tahu lagi, bahkan juga seluruh keluarganya tidak ada yang mengetahui kelanjutan silsilah tersebut.

Wallahu A'lam.
chupzsegav wrote on Feb 21, '09
Image Hosted by PLiKimage - Image Hosting System
chupzsegav wrote on Feb 21, '09
GUS DUR ( NGAKU NGAKU CUCU NABI )

Awal Mei 2008, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika serikat memenuhi undangan Simon Wiesenthal Center (SWC), sebuah LSM Zionis garda terdepan di AS. SWC akan menganugerahkan Medal of Valor, Medali Keberanian, buat Durahman yang dianggap sangat berani membela kepentingan Zionis di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar dunia bernama Indonesia.
Dalam konferensi pers di Gedung PBNU Jakarta, sebelum keberangkatannya, Durahman menyatakan bahwa kepergiannya ke AS selain untuk menerima penghargaan tersebut juga akan merayakan seklaigus mengucapkan selamat atas kemerdekaan negara Israel ke-60. Durahman bukannya tidak tahu jika kemerdekaan Israel merupakan awal dimulainya teror, pembunuhan, pemerkosaan, pengusiran yang dilakukan teroris Zionis Yahudi terhadap ratusan ribu hingga jutaan warga Palestina yang sampai detik ini masih jutaan jumlahnya yang menjadi pengungsi di negeri-negeri sekitar tanah airnya. Tapi Durahman telah memilih posisi sebagai sekutu Zionis-Israel, bukan Palestina.
Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los Angeles.
Sebagai tuan rumah adalah Rabbi Mervin Hier (Pendiri SWC dan Rabbi paling berpengaruh di AS 2007-2008), yang dengan tangannya sendiri mengalungkan medali tersebut ke leher Durahman. Durahman sendiri, sambil terus duduk di kursi rodanya, tersenyum dan mencium dengan penuh takzim medali tersebut. Inilah seorang manusia yang bernama Abdurrahman Wahid, tokoh sentral dalam AKKBB.

Sudah sedemikian jelas sekarang, siapa yang memperjuangkan Islam dan siapa yang memilih bersekutu dengan musuh-musuh Allah SWT. Masihkan Anda ragu mengambil posisi dalam perjuangan ini?
chupzsegav wrote on Feb 21, '09, edited on Jun 30, '09
SIAPAKAH YANG DISEBUT BA'ALWY ?

Image Hosted by PLiKimage - Image Hosting System

Risalah kecil ini adalah usaha seorang insan kerdil untuk memberi sedikit maklumat mengenai Ba'alwy.lni ialah kerana ramai keturunan Ba'alwy dewasa ini yang mempunyai sedikit sekali, malah ada yang langsung tiada mempunyai pengetahuan, mengenai asal usul mereka. Saya amat berharap bahawa risalah yang cetek ini dapat menyingkap serba sedikit tentang asal usul Ba'alwy, serta menaruh harapan agar ia dapat mencetuskan minat lalu mendorong golongan Sadah daripada keturunan Ba'alwy untuk mengenali susur galur mereka secara lebih dekat lagi. Alangkah baiknya kalau risalah inidapat disebar luas bagi menemui seramai keturunan Alawi yang mungkin. Semoga usaha ini diberkati Allah swt.
Jaafar bin Abu Bakar Al 'Aydarus

Ba'alwy - Siapakah Mereka?

Ba'alwy ialah gelaran yang diberi kepada mereka yang bersusur-galur daripada Alawi bin Ubaidullah bin Ahmad bin Isa Al-Muhajir Ahmad bin Isa Al-Muhajir(1) telah meninggalkan Basrah di Iraq bersama keluarga dan pengikut-pengikutnya pada tahun 317H/929M untuk berhijrah ke Hadhramaut di Yaman Selatan. Cucu Ahmad bin Isa yang bernama Alawi, merupakan orang pertama yang dilahirkan di Hadralmaut. Oleh itu anak-cucu Alawi digelar Ba'alwy(2), yang bermakna Keturunan Alawi. Panggilan Ba'alwy juga ialah bertujuan memisahkan kumpulan keluarga ini daripada cabang-cabang keluarga yang lain yang berketurunan daripada Nabi Muhammad s.a.w. Ba'alawi juga dikenali dengan kata-nama Saiyid (Sadah bagi bilangan lebih daripada seorang). Keluarga yang bermula di Hadhramaut ini, telah berkembang dan membiak, dan pada hari ini ramai di antara mereka menetap disegenap pelusuk Nusantara, India dan Afrika.

Ahmad bin Isa Al-Muhajir Ilallah

Dalam abad ke-10 Masehi, keadaan huru-hara mula menyelubungi dan menggugat empayar Abbasiyah yang berpusat di Iraq itu. Kerajaan tersebut kian bergolak menuju keambang keruntuhan. Kewibawaan Abbasiyah semakin terancam dengan berlakunya pemberontakan demi pemberontakan dan ini menjejaskan ketenteraman awam. Keadaan sebegini telah membawa padah kepada keturunan Nabi Muhammad s.a.w yang dikenali dengan gelaran Sadah itu. Pada umumnya ummt Islam menghormati serta menaruh perasaan kasih sayang terhadap Sadah. lni bukan semata-mata kerana mereka ini keturunan Nabi Muhammad s.a.w, tetapi juga kerana mereka melambang pekerti yang luhur, keilmuan yang tinggi dan wara'. Kedudukan yang istimewa dimata umat Islam ini telah menimbulkan perasaan cemburu dan syak wasangka terhadap Sadah dikalangan pemerintah. Mereka juga khuatir kalau-kalau Sadah akan menggugat dan merebut kuasa daripada kerajaan Abbasiyah.

Dengan tercetusnya pemeberontakan demi pemberontakan terhadap pemerintah, kewibawaan Abbasiyah pun menjadi semakin tercabar dan lemah. Keadaan ini juga turut mengancam kedudukan golongan Sadah, kerana mereka sering dikaitkan dengan setiap kekacauan yang tercetus. Dari masa ke masa golongan Sadah menjadi sasaran pemerintah. Ramai diantara mereka yang ditangkap dan dibunuh berdasarkan apa saja alasan .Namun majoriti Sadah bersikap sabar dan menjauhkan diri dari kelompok yang menimbulkan kekacauan. Daripada pengalaman yang lalu golongan tersebut yakin bahawa penglibatan diri di dalam politik akan berakhir dengan kekecewaan.

Image Hosted by PLiKimage - Image Hosting System

Ahmad bin Isa al-Muhajir meninggalkan Kota Basrah bersama seramai 70 orang, yang terdiri dari ahli-ahli keluarga dan pengikut-pengikut beliau. Pada mulanya kumpulan Al-Muhajir ini pergi ke Madinatul Munawwarah dan tinggal di sana selama setahun. Pada tahun berikutnya setelah menunaikan fardhu Haji, Ahmad bin Isa Al-Muhajir dan rombongan meninggalkan Kota Madinah menuju ke Yaman. Mereka singgah di Al Jubail di Lembah Dau'an, kemudian di Al-Hajrain, dan seterusnya menetap di suatu tempat, yang benama Al Husaisah(3). Ahmad bin Isa Al Muhajir Ilallah wafat pada tahun 345.H/956 M.

Permulaan di Hadhralmaut

Ahmad bin Isa memilih Hadhramaut untuk berhijrah, meskipun Hadhramaut merupakan suatu kawasan tandus dan kering kontang di Selatan Yaman. Kawasan tersebut pada zaman itu, dikatakan terputus daripada dunia luar. Tentunya banyak persoalan yang timbul tentang mengapa Ahmad bin Isa memilih kawasan sebegini untuk berhijrah. Pada zahirnya, pemilihan kawasan tersebut mungkin didorong oleh hasrat beliau untuk hidup di dalam keadaan aman bersama keluarga dan pengikutnya, atau keazaman beliau untuk membina sekelompok masyarakat baru di suatu kawasan baru bersesesuaian dengan kehendak syiar Islam yang didokongi oleh golongan Sadah selama ini. Akan tetapi sebelum sampai ke Hadhramaut Ahmad bin Isa dan rombongan terlebih dahulu berada di Madinah, tempat yang tenang dan aman lagi sesuai bagi tujuan beribadah dan membina ummah. Namun daripada Madinah beliau dan rombongan bertolak ke Al-Husaisah. Malah di Al-Husaisah Ahmad bin Isa telah pun membeli kebun buah-buahan yang luas. Akan tetapi pada akhirnya beliau memilih Hadhramaut sebagai tempat berhijrah. Sebagai seorang Imam Mujtahid mungkin keputusan yang dibuat beliau itu didorong oleh perkara yang diluar pengetahuan kita, Wallahualam.

Penghijrahan Ahmad bin Isa Al Muhajir ke Hadhramaut bukanlah bermakna berakhirnya ranjau dan rintangan. Di awal penghijrahan beliau, Ahmad bin Isa Al-Muhajir, bersua dengan ancaman daripada golongan Mazhab Ibhadiah(4) yang mempengaruhi kawasan tersebut. Namun setelah gagal untuk mencapai persefahaman dan perdamaian dengan pihak Ibhadiah, Ahmad bin Isa Al-Muhajir terpaksa mengangkat senjata menentang mereka. Berbanding dengan kaum Ibhadiah, bilangan pengikut Ahmad bin Isa Al-Muhajir adalah kecil. Akan tetapi semangat kental dan kecekalan, yang ditunjukkan oleh Al-Muhajir dalam menentang kaum Ibhadiah ini telah menarik perhatian dan simpati penduduk-penduduk Jubail dan Wadi Dau'an yang bertindak menyokong Al-Muhajir. Dengan sokongan penduduk-penduduk tersebut kaum Ibhadiah dapat di singkirkan dari bumi Hadramaut.

Image Hosted by PLiKimage - Image Hosting System

Cara hidup yang dianjurkan oleh Ahmad bin Isa Al-Muhajir, iaitu kehidupan harian yang berdasarkan Al Qur'an dan Sunnah itu, senang -diterima oleh masyarakat tempatan. Lambat laun cara ini menjadi norma hidup di dalam masyarakat tempatan. Malah beberapa tokoh terkemuka di kalangan Ba'alawi yang menjalani hidup sepertimana para sahabat di zaman Rasulullah s.a.w, mempunyai pengaruh yang positif ke atas masyarakat Hadhramaut. Tokoh-tokoh berkenaan lebih dikenali dengan panggilan Salaf.(5)

Walaupun persekitaran baru mereka masih tidak sunyi dengan keadaan huru-hara, masyarakat Ba' Alawi masih boleh menjalankan kehidupan yang aman tenteram. Sebenarnya ini adalah sesuatu yang merupakan cara hidup yang lumrah bagi keturunan Rasulullah s.a.w daripada Hassan dan Hussain. Mereka sentiasa dihormati dan disanjung tinggi di seluruh pelusuk Dunia Islam, lebih-lebih lagi di Hadhramaut. Kehormatan yang diterima ini serba sedikit berpunca daripada amalan golongan Ba'alawi yang berjalan tanpa membawa sebarang senjata, sepertimana yang dianjurkan oleh datuk mereka, Ahmad bin Isa Al-Muhajir. Tambahan pula golongan ini dihormati dan disanjung oleh kerana mereka merupakan golongan yang berilmu lagi wara'.

Apabila Ahmad bin Isa Al-Muhajir serta rombongan (seramai kurang lebih 70 orang ahli keluarga dan pengikut) meninggalkan Basrah , mereka membawa bersama mereka harta kekayaan yang banyak. Dengan harta ini mereka dapat memperolehi tanah yang luas yang digunakan untuk pertanian. Dan sewajarnyalah yang menjadi kegiatan utama golongan Ba'alawi di Hadhramaut ini ialah pertanian. Sementara itu mereka juga bebas untuk beribadah dan membina masyarakat berdasakan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah

Fasa Perkembangan Ba'alawi

Perasaan golongan Ba'alwy terhadap kampung halaman mereka di Basrah masih kuat dan menebal, walaupun mereka telah memilih untuk membina penghidupan baru di Hadramaut. Oleh itu tidak hairanlan sekiranya didapati ramai dikalangan Ba'alawi yang selalu berulang alik di antara Hadhramaut dan Basrah untuk menziarahi sanak saudara yang masih berada di Basrah. Hubungan diantara Ba'alawi dengan Basrah berterusan. Masa kini masih terdapat keturunan saudara Al-Muhajir, iaitu Muhammad bin Isa di sekitar Basrah.

Salah suatu ciri hidup golongan Ba'alwy ialah mereka ingin bebas bergerak dan tidak suka terkongkong di suatu daerah sahaja. Tambahan pula, di tempat seperti Hadhramaut peluang untuk mencari rezeki terlalu terhad. Ini menyebabkan individu mahupun kumpulan Ba'alawi sanggup berpindah memulakan hidup ditempat-tempat yang lain seperti Yaman, Syam (Syria), dan Iraq. Tambahan pula Hadhralmaut merupakan tempat yang tidak mempunyai pemerintahan yang stabil, dan oleh itu tidak sunyi daripada tercetusnya perbalahan dan pergaduhan di antara kabilah-kabilah yang menjadi penghuni tetap di kawasan tersebut.

Sejarah perkembangan Ba'alawi, mengikut pandangan Sayid Ahmad bin Muhammad Assyathiri(6) boleh dibahagikan kepada empat fasa, setiap fasa mempunyai cirinya yang tersendiri. Perkembangan ini adalah bergolak di sekitar beberapa tokoh Ba'alawi, serta juga pengalaman jatuh bangunnya mereka dalam menempuhi kehidupan yang sering berubah itu. Namun begitu, golongan Ba'alawi masih berpegang teguh kepada keperibadian mereka, dan perkara yang mempegaruhi kecekalan golongan ini ialah istiqamah kepada ajaran AlQur'an dan Sunnah. Fasa perkembangan Ba 'Alawi boleh dihuraikan seperti berikut:

Fasa Pertama

Fasa ini bermula dengan zaman Ahmad bin Isa Al-Muhajir dan berakhir dengan Al-Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali(7) iaitu jangka masa di antara abad ke-3 hingga abad ke-7 Hijrah. Pada zaman tersebut pemimpin dan tokoh-tokoh Ba'alawi dikenali dengan gelaran Imam. Tokoh-tokoh pada masa itu digelar dengan panggilan Imam Mujtahid, iaitu mereka yang tidak terikat dengan mana-mana mazhab. Tokoh-tokoh terkemuka pada masa itu ialah keturunan daripada Ubaidullah bin Ahmad bin Isa AlMuhajir, melalui 3 orang putera beliau, iaitu Bashri, Jadid dan Alawi. Namun begitu, keturunan Bashri dan Jadid tidak berhayat panjang. Mereka hanya dapat mempelopori dan mengembangkan penyebaran ilmu hinggalah ke tahun 620an H/1223M. Keturunan Bashri dan Jadid yang terkemuka ialah Imam Salim bin Bashri (wafat pada 604H/1208M) dan Imam Abu Hassan Ali bin Muhammad bin Jadid (wafat pada 620H/1223M). Tradisi pengajian Ilmu, bagaimanapun di teruskan oleh keturunan Alawi, dan yang lebih terkenal di antara mereka ialah Imam Muhammad bin Ali bin Alawi. Beliau lebih dikenali dengan gelaran Sahib Marbat (wafat pada 556H/1161M). Tradisi keilmuan,(8) ini juga diteruskan oleh dua orang putera Sahib Marbat, iaitu Imam Alwi dan Imam Ali, dan oleh putera Imam Ali, iaitu Al-Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali, serta tokoh-tokoh yang datang kemudian daripada mereka.

Fasa Ke-Dua

Zaman yang dikenali sebagai fasa ke-dua ialah di antara abad ke-7 hingga abad ke-11 Hijrah. Pada zaman tersebut tokoh-tokoh Ba'alawi yang terkemuka disebut dengan nama As-Syaikh. Zaman ini bertepatan dengan era Al-Faqih Muqaddam Muhammad hingga ke zaman sebelum Habib Al-Qutub Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Di antara ulama-ulama yang terkemuka di zaman ini ialah Al-Faqih Muqaddam Muhammad bin Ali (wafat pada 653H/1255M),As-Saqqaf(9) (wafat 819H/1416M), Al-Mahdar(10) (wafat 833H/1429M), Al-'Aidarus(11) (wafat 865H/1460M), dan Zain Al-Abidin Al-'Aidarus(12) (l041H/1631M). Pada ketika tersebut bilangan Ba'alawi sudah menjadi bertambah ramai dan mereka mulai dikenali dengan nama kabilah masing-masing seperti As-Saqqaf, Al-Mahdar, Al-'Aidarus, Al-Habisyi, Al-Junid, Jamalullail dan banyak lagi.

Image Hosted by PLiKimage - Image Hosting System


Fasa Ke-Tiga

Zaman yang dikenali sebagai fasa ke-tiga ialah di antara abad ke-11 dan abad ke-14 Hijrah. Pada zaman tersebut tokoh-tokoh Ba'alwy dikenali dengan panggjlan Al-Habib. Ulama-ulama yang terkemuka pada zaman ini ialah Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad (wafatI132H/1717M), Habib Ahmad bin Zain Al-Habsyi, Habib Hassan bin Salleh Al-Bahr, dan Habib Abdurrrahman Bilfagih (wafat 1163H/1749M) dan beberapa orang tokoh yang lain. Pada masa ini juga keturunan keluarga Ba'alawi terus membiak. Keadaan ini membawa kepada migrasi (perpindahan keluar) yang begitu pesat. Pada abad ke-11 dan ke-12 berlaku penghijrahan keIndia(13), Timur Jauh (Far East), Afrika Timur dan Hijjaz, sementara di abad ke-13 berlaku pula penghijrahan ke Asia Tenggara (terutama ke Indonesia dan Malaysia). Kaum Ba' Alawi mewarisi semangat suka merantau. Mereka juga tidak gemar diri mereka terkongkong di suatu kawasan. Namun begitu Ba'alawi juga merupakan golongan yang senang menyesuaikan diri dengan penduduk tempatan dimana sahaja mereka merantau. Akan tetapi, seberapa jauhnya mereka daripada Hadhramaut, hubungan erat dengan kampung halaman induk masih dikekalkan. Mereka yang menjalinkan perhubungan melalui perkahwinan dengan penduduk tempatan dan masih menghantarkan anak-anak mereka ke Hadhramaut, terutama ke Tarim, untuk menuntut ilmu secara tradisi yang diasaskan oleh pelopor-pelopor Ba'alawi.

Perubahan Yang Ketara

Pada penghujung fasa ke-tiga didalam Sejarah Ba'alwy, perubahan ke arah kemunduran dikalangan Ba'alawi di seberang laut dapat dikesan. Walaupun tradisi pulang ke Hadhramaut untuk menziarahi keluarga masih diamalkan, ramai pula di antara mereka yang telah bermastautin di India dan Asia Tenggara, mula menampakkan proses asimilasi dengan masyarakat tempatan, iaitu menerima dan menyerap budaya dan tradisi persekitaran. Sementara golongan Ba 'alawi pada mulanya menjauhkan diri daripada kegiatan politik melainkan perkara-perkara yang menyentuh kebajikan dan ketenteraman umum, mereka yang terkemudian mula mencebur diri dengan politik. Ada di antara golongan Ba'alawi yang mempunyai hubungan rapat dengan raja-raja dan penguasa tempatan, dan telah menggunakan pengaruh mereka. Pernah diceritakan bahawa tokoh- tokoh Al-Mahdar, Al-'Aidarus, Jamalullail dan Al-Haddad, mempunyai hubungan yang intim dengan pihak istana, sehinggakan raja-raja. sentiasa merujuk kepada mereka untuk mendapatnasihat(14). Budi pekerti yang luhur, disiplin diri dan didikan yang menjadi tradisi dikalangan Ba'alawi adalah faktor utama meyebabkan mereka dihormati dan disanjungi, sementara ciri peribadi istimewa sebilangan mereka membolehkan mereka diterima sebagai pemimpin masyarakat tempatan. Ada pula dikalangan mereka yang berkahwin dengan ahli keluarga diraja, dan pada akhirnya mereka diangkat menjadi raja, contohnya, Syahab di Siak dan Jamalulail di Perlis. Beberapa kesultanan juga diasaskan oleh tokoh- tokoh Ba'alawi. Sebagai contoh, Al-'Aidarus menubuhkan kerajaan di Surat (India), dan di Kubu (Kalimantan), Al-Qadri dan Bin Syaikh Abu Bakar di Kepulauan Comoros, AlQadri di Pontianak (Kalimantan) dan Balfagih di Filipina.

Image Hosted by PLiKimage - Image Hosting System

Fasa Ke-empat

Zaman yang dikenali dengan Fasa ke-empat ini ialah di antara abad ke-14 Hijrah hinggalah dewasa ini. Perubahan yang bermula dipenghujung Fasa ketiga menjadi semakin ketara di zaman ini. Dalam beberapa aspek hidup, golongan Ba'alawi telah menempuh keruntuhan dari segi pegangan moral dan etika yang diasaskan oleh pelopor-pelopor di Hadhramaut dahulu. Zaman ini bertepatan dengan kemunduran Dunia Islam keseluruhannya, akibat dilanda budaya Barat. Golongan muda Ba'alawi, terutama mereka yang bermastautin di tanah jajahan Inggeris dan Belanda mula meninggalkan pendidikan tradisional berasaskan Al-Qur'an dan Sunnah, dan memilih pendidikan Barat. Walaupun masih terdapat tokoh-tokoh Ulama Ba'alawi dikalangan mereka, namun bilangan mereka adalah terlalu sedikit berbanding dengan masyarakat Ba'alawi amnya. Keadaan sedemikian telah menghakiskan status Ba'alawi keseluruhannya.

Ba'alwy Masa Kini

Keturunan Alawi bin Ubaidullah bin Ahmad bin Isa Al-Muhajir pada masa kini membiak dengan banyaknya. Mereka bemastautin di sebahagian besar pelusuk dunia. Mereka ialah keturunan kelompok-kelompok Ba'alawi yang keluar dari Hadhramaut. Mereka dikenali dengan berbagai gelaran seperti Syed atau Saiyid, seperti di Indonesia dan di Malaysia. Mereka juga dikenali dengan nama Habeeb seperti di India, Sidi, Syarif, Tuanku, Engku, Wan dan beberapa panggilan lagi. Namun begitu disebabkan beberapa faktor ramai pula keturunan Ba'alawi yang telah kehilangan identiti mereka. Kebanyakkan dari golongan ini menganggap mereka sebagai orang tempatan dengan mengamalkan budaya tempatan dan melupakan budaya datuk nenek mereka. Ramai pula keturunan Ba'alawi yang berakar umbi di tempat-tempat yang mereka tinggal kini, sejak datuk nenek mereka berhijrah seawal-awal abad ke-15 Masehi dahulu. Mereka tidak lagi mengenali asal-usul mereka, dan perhubungan mereka dengan negeri Ibunda telah begitu lama terputus.

Image Hosted by PLiKimage - Image Hosting System

Walaupun ramai ahli keluarga Ba'alwy yang telah hilang identiti, namun ramai pula yang masih berpegang teguh dengan asal-usul mereka dan mengambil berat tentang silsilah keluarga. Mereka juga masih menjalin hubungan dengan saudara mara di Hadramaut. Golongan ini terdiri daripada anak cucu mereka yang keluar merantau dalam abad ke-18 dan ke-19. Ramai daripada mereka terutama anak cucu Ba'alwy yang berhijrah terkemudian dan tinggal di kawasan-kawasan berhampiran pelabuhan. Mereka masih berpegang teguh dengan beberapa tradisi Ba'alawi, dan ada yang masih fasih berbahasa Arab. Oleh itu, sayogianya kita bertemu dengan kelompok keturunan Ba'alawi yang masih berpegang dengan tradisi dan amalan datuk nenek mereka, maka kita akan bersua dengan amalan seperti membaca Maulid Diba'ii, Ratib Haddad, Ratib Al 'Attas dan lain-lain lagi. Seperkara yang menggembira dan menggalakkan ialah bahawa mereka daripada golongan ini giat menghidupkan kembali dan mengembang tradisi ini di kalangan keturunan Ba'alawi yang sudah jauh terpisah daripada kelompok asal. Ini dilakukan dengan menarik dan menggalakkan mereka menghadiri majlis Ta'lim atau Rohah, sekaligus mengukuhkan silaturrahim diantara mereka. Namun begitu masih ramai lagi daripada keturunan Ba'alwy yang hanyut di bawa arus kemodenan dan kejahilan, dan belum lagi terdedah kepada amalan murni Ba'alawi. Mereka ini amat perlu mendapat perhatian.

Seorang ulama besar yang wafat di Jakarta, iaitu Habib Muhammad bin Abdurrahman Bin Syahab, pemah melahirkan harapan agar generasi-generasi yang datang kemudian dari keturunan 'Alawi akan memegang teguh kepada agama Islam, mejaga pusaka nenek-moyang, dan jangan sampai tenggelam ke dalam peradaban Barat(15). Marilah kita sama-sama berdo'a agar Allah s.w.t memberi taufik dan hidayah semoga mereka yang terpisah ini akan jua balik ke pangkal jalan mengenali diri dan asal usul mereka, serta menghargai warisan mereka yang sebenarnya. Sesuai dengan hadith(16) Rasulullah s.a.w mengenai pentingnya mempelajari tentang nasab, kita menaruh harapan yang mereka juga akan mengambil berat tentang nasab masing-masing.
(Disusun semula oleh: Karimy Uthman Benyahya)


catatankecilgusdur wrote on Feb 25, '09
I N F O :

1. Silsilah nasab Gus Dur yang tertulis pada forum "Menurut Habib Lutfi Bin Yahya dari Pekalongan, Gusdur Seorang Habibin" oleh akhina yg bertuliskan bahwa beliau pada keturunan yang ke-33 dari Rasulullah saw, padahal pada zaman sekarang ini tidak ada silsilah nasab yang menyambung kepada Rasulullah saw kurang dari 36 atau 37 atau 39 silsilah, ini adalah sesuatu yang ganjil dan tidak mungkin.

2. Menurut cerita yang saya dapat dari salah satu orang tua dari hahaib, bahwa beliau sudah pernah bertemu dengan Gus Dur dan menanyakan langsung silsilah nasabnya, Gus Dur menjawab bahwa urutan silsilah nasab yang dia tahu hanya sebagai berikut : Abdurrahman Wahid bin Abdul Wahid Hasyim bin As'ari" selanjutnya dia tidak tahu lagi, bahkan juga seluruh keluarganya tidak ada yang mengetahui kelanjutan silsilah tersebut.

Wallahu A'lam.
maaf mas,ada banyak cara untuk mengetahui seorang itu adalah masih keturunan nabi,kalo anda NU dan anda tidak asing dengan ziarah kubur, ada orang tertentu ( mempunyai ilmu) yang senang berdialog dengan para solihin yang sudah wafat,secara logika orang wafat itu tidak mungkin hidup,tapi Allah pun sudah menegaskan bahwa orang2 soleh tidak mati,tapi "hidup" disisinya.Bagi orang yang mengerti ini diisyaratkan bahwa mencari informasi dari yang sudah wafat itu pun bisa dilakukan,tentunya bagi yang memiliki ilmu tersebut,Gus Dur dari mudanya sampai tuanya adalah sosok NU tulen yang senang ziarah kekuburan para wali.dan banyak orang yang sering menemani gus dur pergi ziarah,selalu melihat gus dur seperti berdialog dengan seseorang.ataupun bila anda percaya adanya wali yang mampu membaca riwayat turunan sesorang sampai ke nenek moyangnya.Itu termasuk salah satu cara mengetahi sesorang itu masih keturunan siapa,banyak koq cerita wali2 yang mengerti itu,lihatlah sirah2 para wali2 besar.Di NU yang saya tahu bisa membaca silisilah itu adalah Alm. Gus Miek.Yang jadi pertanyaan apa nanti orang bisa saja berbohong tentang nenek moyangnya. Yang jadi jawaban terpulang kembali adakah orang yang berbicara itu adalah seorang pembohong?Bagi saya gus dur adalah seorang yang mukhlis,lurus,ikhlas,bersih.tentunya beliau termasuk dari orang yang jujur.Bila anda tidak percaya dengan hal yang say sebut di atas.silahkan anda untuk mempercayai keyakinan anda gus dur bukanlah turunan nabi dan saya berhak percaya bahwa gus dur adalah turunan nabi.sekian...wasalam
badpuppy69 wrote on Mar 2, '09
waduh ? gus dur keturunan nabi muhammad ??

yang bener ?

masa iya ??

bukankah semua keturunan nabi terpelihara oleh ALLAH dari segala kekurangan ? baik fisik ataupun mentalnya ??

shinta12345 wrote on Mar 8, '09
semoga anda diberikan hidayah mas, untuk hanya mengakui bahwa gusdur bkanlah seorang turunan nabi,, tida ada nasab yang jelas dan alur yang lurus atas nasabnya gus dur, kasian deh gus dur, pengen jadi penguasa ga bisa ya ngaku2 supaya dimuliakan.. kasian ya, mudah2an akhir hidupnya khusnul khotimah.. amin
shinta12345 wrote on Mar 8, '09
SETUJUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!! GUS DUR BUKAN TURUNAN NABI, SUDAH BANYAK HAL YANG MENCORENG YANG GUS DUR LAKUKAN HANYA UNTUK MENCAPAI KEINGINANNYA!!! STUJUUUUUUUUUUUU
jagarasa wrote on Mar 16, '09
kenapa jd pada ribut mikirin gus dur mending ambil manfaatnya.. jgn saling nyela gak baik... dgn adanya itu kan smua jd faham dan nambah ilmunya nah disitu titiknya... ok saya netral gak mihak siapa2...
abikumanis wrote on Mar 29, '09
senengane kok podo ngomong sing ruwet2 ... gus dur masih keturunan nabi atau ngga' , itu urusan dia sekeluarga . ngapain kita ikut campur silsilah orang lain ? jika memang bener , ya syukur . jika tidak , ya itu urusan gus dur sekeluarga bertanggung jawab dihadapan Allah . untuk kalian semua yg memang keturunan nabi , ya bersyukur lah terus, karena kalian adalah taudalan . dan bagi para dzurriyah nabi dimanapun saja, baik yg terlacak atau yg tak terlacak oleh rabithah alawiyyin jkt , tetaplah kalian menjadi bintangnya dilangit dan enak dipandang . yang sanggup menjadi petunjuk bagi orang yg tersesat . maka , urusan silsilah itu sangat tipis dan rancu . bisa jadi menyinggung hati orang lain . perlu di-ingat , kemuliaan dan derajat para saadah itu bukan ditentukan oleh rabithah alawiyyin jkt . tapi Allah SWT .
semoga bagi para dzurriyah nabi semuanya ( yg terlacak dan yg tak terlacak ) selalu mendapat kasih sayang Allah . amin
terima kasih
boyslowly wrote on May 17, '09
Al Habib Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Rois Aam Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyyah dalam pertemuannya dengan pengurus maktab Daimi Arrobithoh Alawiyah pada tanggal 10 Mei 2009 dalam rangka menghadiri acara Pelatihan Petugas Pencatat Nasab dan Pendataan Alawiyin ke II di Hostel Pradana SMK 57 Jakarta. Jln.Margasatwa No. 388 Jati Padang, Pasar Minggu Jakarta Selatan. menegaskan bahwa beliau tidak pernah mengatakan bahwa Gus Dus keturunan Nabi atau bukan keturunan Nabi.Dengan tegas Beliau membantah nasab Gus Dur yang ada dan beredar di internet datangnya dari beliau.
muhta14 wrote on Jun 19, '09
maaf..
Memangnya benar Gus Dur ngaku keturunan Muhammad SAW ? dia ngaku apa orang lain yang nulis si,
minta sumber infonya yang jelas donk
Ngikutin dialog temen2 diatas sepertinya cuma landasan gak suka aja, yang ilmiah dan intelektual donk
kalau gak setuju ya gak papa, penyanggahanya yang sopan, kalau sopan yang baca juga jadi paham, nambah ilmu, lebih baik bukan ?

Mohon pada teman-teman, untuk komentar yang yang kurang jelas identitas dan kalimatnya nggak sopan, anggap saja cuma provokator
Saya pikir muslim yang baik dan berwawasan luas akan lebih santun dalam berkata-kata

Sebaiknya dalam menilai seseorang ada baiknya lewat pemahaman yang mendetail, jadi bukan hanya lewat informasi koran..internet atau TV, Belajar islam dulu yang dalam, kemudian baca biografi, baca buku2 tntang yang bersangkutan, lakukan perbandingan antara yang pro dan kontra, kalau perlu lakukan dialog langsung dengan sumber. Nah..setelah itu baru berkomentar. Saya yakin kalau toh anda-anda tidak setuju, paling tidak akan memberikan gambaran bagi temen-temen lain untuk bisa lebih banyak beajar

trims
chupzsegav wrote on Jun 30, '09
GUS DUR membela ahmad dhani dulu karena SEORANG ULAMA KITA ALHABIB RIZIEQ SYIHAB (semoga allah panjangkan umurnya) menolak keras tentang lambang dewa yang bertuliskan allah di injak injak di panggung secara resmi dan sengaja ... sudah jelas jelas tulisan allah eeehhh malah gus dur membela ahmad dhani .... gus dur mana bisa liat .... klo bener dia ulama yang bagus mana kelakuan dia yang sudah bermanfaat bagi umat islam di indonesia ???
GUS DUR membela AHMADIYAH ALIRAN SESAT MENYESATKAN ... apa apaan itu ...... seorang ulama yang membela aliran sesat yang sudah jelas jelas menyimpang malah di bela oleh gus dur ... mana ke aliman dia ???
liat akbat dia selalu menentang ALHABIB RIZIEQ SYIHAB ... liat akibatnya orang orang sudah gag ada yang mau pilih dia .. NU pun sudah tidak memilih dia ... liat dia menganti ASALAMUALAIKUM menjadi SELAMAT PAGI ??? mana sosok ulama nyaa ...???? dia bilang ALQURAN porno ??? wal iyyadzubillah .........
HAQ ADALAH HAQ BATHIL ADALAH BATHIL ... saya bersumpah demi allah kalau gus dur alirannya lurus tidak menyimpang saya akan dukung gus dur tetapi kalau gus dur masih membela hal hal yang seperti saya sebutkan atau nanti hal hal yang menyimpang yang akan muncul DEMI ALLAH WA RASULULLAH SAYA AKAN TERUS MENOLAK GUS DUR !!!
chupzsegav wrote on Jun 30, '09
ALLAHU AKBAR!!!
emilliano wrote on Aug 10, '09
TENTANG PLURALISME DAN LIBERALISME :

-------------------------------------------------------------------------------------

1. PLURALISME dan Liberalisme JIL menurut GUS DUR :

(Ini yang Terakhir kalinya saya sebut2 Gus Dur, bila kemungkinan saat ini Dia mau Bertobat dari JIL)



Ayat Al Qur’an yang dipakai GUS DUR untuk pembenaran PLURALISME :

( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )

Pada hemat saya, fatwa pengharaman pluralisme agama tersebut mengidap sejumlah masalah teologis dan sosial yang tidak ringan. Pertama, pengharaman ini bertentangan dengan norma-norma ajaran Alquran yang justeru mendorong tersemainya pluralisme agama. Allah SWT berfirman di dalam Alquran; [1] al-Ma`idah (5): 69, “sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabi`in, dan orang-orang Nashrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”; [2] al-An’am (6): 108, “dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan”. [3] al-Kafirun (109):6 yang berbunyi lakum dinukum wa liya diniy (untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku). [4] al-Baqarah (2): 256 yang berbunyi la ikraha fiy al-din (tidak ada paksaan dalam agama).



Alasan lain yang dipakai GUS DUR untuk pembenaran PLURALISME :

( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )

Kedua, pengharaman pluralisme agama tersebut menentang sunnatullah. Bahwa bumi sebagai tempat hunian umat manusia adalah satu, itu diakui. Namun, telah menjadi sunnatullah, para penguhuni bumi tidak berada dalam satu warna yang tunggal, tapi selalu terpecah-pecah ke dalam berbagai suku, ras, bahasa, profesi, kultur, agama.

Ketiga, fatwa pengharaman itu menunjukkan sikap dan watak para perumusnya yang tidak toleran, cenderung eksklusif, dan memandang umat agama lain dalam kegelapan dan kesesatan. Sikap seperti ini, saya kira amat berbahaya bagi kehidupan masyarakat yang plural seperti Indonesia.

Keempat, .... Haraplah diketahui, bahwa gagasan pluralisme agama hanya menghendaki adanya pengakuan dan penerimaan tentang fakta pluralisme agama-agama. Pendeknya, pluralisme agama berarti adalah kesiapan seseorang untuk menerima kehadiran dan eksistensi orang lain. Pluralisme agama mengandaikan terciptanya sebuah tradisi-yakni kultur dan sikap mental yang memandang seluruh umat manusia secara setara dalam posisinya sebagai hamba Allah, terlepas dari keragaman simbol dan identitas yang melekatinya.





2. PLURALISME dan Liberalisme JIL menurut CAK NUR :

(Sudah Almarhum)

Menurut Barton, ada empat tokoh Islam Liberal di Indonesia, yaitu Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholish Madjid (Cak Nur), Ahmad Wahib, dan Djohan Effendi.



INFO Tentang PENTOLAN JIL : Maklum beberapa pentolan JIL kini tengah berada di luar negeri. Sebut saja Ulil Abshar Abdalla yang tengah studi di AS, Nong Darol Mahmada yang juga studi di Australia, Luthfi Assyaukani di Singapura, Burhanuddin di Australia dan Anick (web editor JIL) di India. Praktis kendali JIL untuk sementara berada di tangan Novi (panggilan akrabnya). Ia juga kini bertugas sebagai pengurus harian. Selain Cak Nur, beberapa tokoh yang turut menginspirasi JIL adalah Gus Dur, Munawir Sadjali maupun Harun Nasution.

( Reference : http://chairulakhmad.wordpress.com/2007/05/08/sehari-di-markas-jil/ )



Jawaban JIL : Karena dianggap keluar dari mainstream ajaran Islam, beberapa pihak menyarankan agar JIL membikin agama baru saja, tidak mengatasnamakan Islam. Namun hal ini ditolak mentah-mentah oleh Novi. “Bikin agama baru? Anda mau tidak disuruh bikin agama baru? Mestinya Hizbut Tahrir juga disuruh bikin agama baru, MMI juga bikin agama MMI. Bagi kita Islam itu constested, dikontestasikan. Segmen pasarnya masing-masing, terserah Anda mau ambil pasar yang sebelah mana,” tandasnya. (Reference : http://chairulakhmad.wordpress.com/2007/05/08/sehari-di-markas-jil/ )



SUMBER DANA JIL : Sebelumnya, Asia Foundation merupakan penyokong dana terbesar bagi JIL, namun sejak satu setengah tahun yang lalu, lembaga itu tidak lagi memberikan sumbangan. Bagi para aktivis JIL, terhentinya aliran dana dari Asia Foundation bukan suatu masalah. JIL masih banyak mendapatkan dana dari donatur-donatur lain, selain dari swadaya sendiri.

(Reference : http://chairulakhmad.wordpress.com/2007/05/08/sehari-di-markas-jil/ )



Ayat Al Qur’an yang dipakai CAK NUR untuk pembenaran PLURALISME :

Cak Nur berpendapat, pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah, Sunnatullah), yang tidak akan berubah, sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. Dan Islam adalah agama yang Kitab Suci-nya dengan tegas mengakui hak agama-agama lain, kecuali yang berdasarkan paganisme atau syirik, untuk hidup dan menjalankan ajaran masing-masing dengan penuh kesungguhan. Al-Quran memperingatkan bahwa seluruh ummat manusia tanpa kecuali adalah bersaudara (Q, 49:13). Setiap kelompok manusia dibuatkan oleh Tuhan jalan dan tatanan hidup mereka, agar manusia dengan sesamanya berlomba dalam berbagai kebaikan (Q, 5:48).



Dalil-dalil yang otentik tentang kemajemukan dan kebebasan itu disimpangkan oleh keberlebihan terhadap aspek-aspek lahiriyah dan simbolistik agama dan oleh absolutisme keagamaan. “Hendaklah kita selalu mampu melihat titik-titik persamaan antara semua ajaran itu dan jangan terpukau oleh hal-hal lahiriyahnya.Halangan terhadap pertumbuhan dan perkembangan ialah sikap-sikap serba mutlak (absolutistic) akibat adanya keyakinan diri sendiri telah sampai dan mencapai kebenaran mutlak,…bagaimana mungkin suatu wujud nisbi seperti manusia dapat mencapai suatu wujud mutlak.”



Menurut Cak Nur, konsep pluralisme berkaitan dengan konsep tentang kesatuan Kebenaran. Sikap-sikap unik Islam dalam hubungan antar agama ialah toleransi, kebebasan, keterbukaan, kewajaran, keadilan dan kejujuran. Kebenaran Universal adalah tunggal, meskipun ada kemungkinan manifestasi lahiriyahnya beraneka ragam. “Tiadalah manusia itu melainkan semula merupakan umat yang tunggal, kemudian mereka berselisih.” Menurutnya, pokok pangkal kebenaran universal yang tunggal itu ialah paham Ketuhanan Yang Maha Esa atau Tawhid. Al-Quran mengajarkan paham Kemajemukan keagamaan (religious plurality). Ajaran itu tidak perlu diartikan sebagai secara langsung pengakuan akan kebenaran semua agama dalam bentuknya yang nyata sehari-hari (dalam hal ini, bentuk-bentuk nyata keagamaan orang “Muslim” pun banyak yang tidak benar, karena secara prinsipil bertentangan dengan ajaran dasar Kitab Suci Al-Quran, seperti sikap pemitosan kepada sesama manusia atau makhluk yang lain, baik yang hidup atau yang mati). Akan tetapi, demikian Cak Nur, ajaran kemajemukan keagamaan itu menandaskan pengertian dasar bahwa semua agama diberi kebebasan untuk hidup, dengan resiko yang akan ditanggung oleh para pengikut agama itu masing-masing, baik secara pribadi maupun secara kelompok. Sikap ini dapat ditafsirkan sebagai suatu harapan kepada agama-agama yang ada untuk bertumpu pada suatu titik pertemuan, common platform, kalimah sawa, sebagaimana firman Allah, yang Muhammad Asad terjemahkan sbb: Say: “O followers of earlier revelations! Come unto that tenet which we and you hold in common: that we shall worship none but God, and that we shall not ascribe divinity to aught beside Him, and that we shall not take human beings for our lords beside God.” (Q, 3:64)[26]

(Reference : http://muhamadali.blogspot.com/2006/11/mengapa-membumikan-pluralisme-dan.html )



Kesimpulan : Dalam bahasa Nurcholish Madjid, agama-agama adalah ibarat jari-jari roda yang menuju kepada pusat roda (tuhan) yang sama.



3. PERSAMAAN antara LIBERALISME/PLURALISME JIL dengan KRISTENISASI :

a. Salah satu Strategi KRISTENISASI adalah : “ Jauhkan UMAT ISLAM dari AL QURAN dan agamanya, dengan menyebarkan pemikiran bahwa : “Semua agama adalah SAMA dan semua agama adalah benar, sehingga apabila mereka sudah jauh dari agamanya mereka akan mudah di MURTAD kan” (ini yang selalu didengung-dengungkan oleh setiap aktivis KRISTENISASI)

b. Jaringan Islam Liberal (JIL) mengajarkan bahwa : “Seluruh agama adalah Relatif dan semuanya masuk surga dan masing-masing AGAMA adalah benar dan Setiap Agama hanyalah sekedar salah satu jalan menuju ke SURGA/TUHAN. “Kayak Pendeta lagi ceramah he..he..” Dalam bahasa Nurcholish Madjid, agama-agama adalah ibarat jari-jari roda yang menuju kepada pusat roda (tuhan) yang sama.

(Tambahan Reference : http://www.nojil.8m.net/selingkuh.html ) “Selingkuh Kristen dengan ISLAM Liberal”



Kesimpulan : Sama-sama mengajarkan “ SEMUA AGAMA SAMA, SEMUA AGAMA BENAR.”



4. PEMBUKTIAN dan ANALISIS bahwa DALIL yang Dipakai GUS DUR dan CAK NUR dalam Pembenaran PLURALISME, adalah RUSAK dan KACAU :



Yang membuat terkejut adalah pernyataan JIL bahwa : “Bikin agama baru? Anda mau tidak disuruh bikin agama baru? Mestinya Hizbut Tahrir juga disuruh bikin agama baru, MMI juga bikin agama MMI. Bagi kita Islam itu constested, dikontestasikan. Segmen pasarnya masing-masing, terserah Anda mau ambil pasar yang sebelah mana,”



Sekarang barulah saya Paham cara berpikir JIL. Ternyata ISLAM itu dijadikan bahan EXPERIMENT macam ROBOT, masing-masing berlomba-lomba membuat INOVASI baru pada ISLAM , ditambah2, dirubah, dikurangi, direkayasa dan dimanipulasi persis macam LOMBA ROBOT atau LOMBA KARYA INOVATIF PRODUKTIF yang bisa menghasilkan Produk Teknologi Tepat Guna yang punya kelebihan dari sebelumnya, karena bagi mereka ISLAM itu Contested dipertandingkan bagi yang paling Inovatif dan Pasarannya Paling laris dan Laku akan mendapatkan Penghargaan dan Hadiah yang tinggi. Sehingga mereka (Orang-orang JIL) merasa ISLAM hasil penemuan baru mereka labih baik dari ISLAM nya Rosulullah dan Para sahabatnya. Karena bagi Mereka (orang JIL)Agama itu tercipta karena adanya Pluralisme/Keberagaman jadi gak ada Agama yang benar2 datang dari Langit, persis seperti prinsipnya TEORI DARWIN semua terjadi dengan sendirinya karena Faktor Alam dan kemampuannya Beradaptasi.



Yang lebih membuat saya lebih terkejut lagi, ternyata semua ini ada kaitannya dengan SIKAP frustasi Para Orientalis yang Kewalahan Menandingi dan Memalsukan Al Quran. Cara satu2nya adalah merusak ISLAM nya orang ISLAM dengan membuat kontes kompetisi Jenis-jenis Agama ISLAM model baru yang dipertandingkan dan dilihat mana yang lebih Inovatif dan Laku di Pasaran. Jadi Mereka (Orang2 Orientalis dan Missionaris) tak perlu repot2 lagi menyerang dan memurtadkan ISLAM. Cukup Orang ISLAM itu sendiri yang menghancurkan Agamanya sendiri dengan mempergunakan jasa (ULAMA dan USTADZ yang dapat disuap) yang bersedia menghancurkan ISLAM dari dalam dengan ALIRAN2 SESAT penemuannya. Benar2 Cara Berpikir yang JENIUS, Menyerang Lawan dengan Mempergunakan Tenaga Lawan.



(Analisis Dalilnya GUS DUR)

Dalil GUS DUR-01 : ( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )



Pertama, pengharaman ini bertentangan dengan norma-norma ajaran Alquran yang justeru mendorong tersemainya pluralisme agama. Allah SWT berfirman di dalam Alquran; [1] al-Ma`idah (5): 69, “sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabi`in, dan orang-orang Nashrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”;



Analisis DALIL GUS DUR-01 berdasarkan kaitan antar Ayat :

(Ayat Sebelumnya)

al-Ma`idah (5): 68. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.



(Ayat dalam Dalil GUS DUR-01)

al-Ma`idah (5): 69, “sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabi`in, dan orang-orang Nashrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”;



(Ayat Setelahnya)

70. Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil[432], dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.



(ANALISIS AYAT)

Ayat ini bukan pembenaran terhadap pluralisme dan Liberalisme dalam segala hal termasuk dalam ber-Tuhan, melainkan penjelasan dan penegasan ALLAH Swt, terhadap ahli2 Kitab pada zaman Rosulullah dan zaman sebelum Rosulullah yang masih berpegang teguh pada TAURAT dan INJIL yang Asli yang mengajarkan Kalimat SYAHADAH/TAUHID dan membenarkan kenabian Muhammad Rasulullah Saw serta Beriman pada ALLAH dan Hari Akhirat dan beramal Shaleh. Hanya merekalah yang berhak menyandang sebutan AHLI KITAB yang MUSLIM (Yahudi yang Muslim ataupun Nasrani yang Muslim), Bukan yang ber-Tuhan Trinitas dan bukan pula yang ber-Tuhan Anak Lembu dengan INJIL dan TAURAT yang telah berhasil dipalsukan seperti saat ini.



Ini bukan Fitnah tapi FAKTA/Kenyataan, anda boleh lihat PELECEHAN SEXUAL yang dilakukan oleh para NABI dan ROSUL yang ditulis dalam INJIL, tapi justru ALQURAN lah yang melakukan pembelaan terhadap Para NABI dan ROSUL. (Reference) : http://suryaningsih.wordpress.com/2007/12/19/surat-untuk-gusdur-tentang-pornografi-al-quran/#more-2633



INJIL mengatakan YESUS/ISA AS. mati tersalib sebagai ANAK Tuhan Penebus Dosa sementara YESUS/ISA AS. sendiri tak pernah mengatakan hal seperti ini dalam INJIL melainkan PAULUS, tapi justru AL QURAN lah yang melakukan pembelaan terhadap YESUS/ISA AS. Bahwa ia tidak mati tersalib dan bukan Anak Tuhan, melainkan NABI/ROSUL yang lurus dan diselamatkan ALLAH Swt naik ke langit, justru lawannya YUDAS lah yang diserupakan wajahnya persis seperti ISA dan MATI Disalib.



Dalil GUS DUR-02 : ( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )

al-An’am (6): 108, “dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan”.



Analisis DALIL GUS DUR-02 berdasarkan kaitan antar Ayat :

(Ayat Sebelumnya)

al-An’am (6): 107 Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak memperkutukan(Nya). Dan Kami tidak menjadikan kamu pemelihara bagi mereka; dan kamu sekali-kali bukanlah pemelihara bagi mereka.



(Ayat dalam Dalil GUS DUR-02)

al-An’am (6): 108, “dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan”.



(Ayat Setelahnya)

al-An’am (6): 109, Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh

jika datang kepada mereka sesuatu mu jizat, pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah: "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah." Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman[497].



(ANALISIS AYAT)

Ayat ini pun bukan pembenaran terhadap pluralisme dan Liberalisme dalam segala hal termasuk dalam ber-Tuhan (semua agama benar, semua Tuhan tiap agama sama, sehingga kita bebas bertukar-tukar ibadah ke Agama mana saja), melainkan penegasan/teguran Allah kepada Umat Islam agar tidak saling memaki-maki Tuhannya Orang KAFIR agar mereka tidak memaki ALLAH Swt melampaui batas diluar pengetahuannya. Larangan ALLAH Swt agar tidak saling hina menghina TUHAN bukan berarti ALLAH Swt menyatakan semua agama adalah benar, semua agama diridhoi Allah, dan bukan pula pembenaran Pluralisme dalam ber-Tuhan.



Disini jelas perbedaan agama tidak menghalangi seseorang Moslem dalam berMuamalah, bersosial dan bertetangga dengan Non Moslem selama mereka tidak memerangi, menganiaya, dan menzholimi Umat Islam serta menghina ISLAM. Tapi tidak dalam AREA IBADAH maupun dalam BERTUHAN. Khusus yang ini PRINSIP ISLAM tegas : “ Lakum dinukum Waliyadiin.” (Untukku Agamaku Untukmu Agamamu).



Hal inilah yang tidak dipahami oleh para penganut dan penyebar ALIRAN SESAT termasuk JIL (Jaringan Islam Liberal), AJARAN LIA EDEN, AL QIYADAH AL ISLAMIYAH, HT (Hizbut Tahrir), dll didalamnya.



Dalil GUS DUR-03 : ( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )

al-Kafirun (109):6 yang berbunyi lakum dinukum wa liya diniy (untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku)



Analisis DALIL GUS DUR-03 berdasarkan kaitan antar Ayat :

(Ayat Sebelumnya)

al-Kafirun (109):5 yang berbunyi : “dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.”



(Ayat dalam Dalil GUS DUR-03)

al-Kafirun (109):6 yang berbunyi : “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."



(ANALISIS AYAT)

Ayat ini bukan pembenaran PLURALISME dalam hal ber-IBADAH maupun dalam ber-TUHAN, melainkan penegasan sikap dan prinsip seorang Muslim dalam hal beribadah maupun dalam hal ber-TUHAN, bahwa ISLAM tidak membenarkan Semua AGAMA BENAR dan semua TUHAN BENAR, apalagi berpindah-pindah menyembah TUHAN, bersama2 mengikuti RITUAL IBADAH Agama lain secara bergantian, ataupun berpindah-pindah Ritual IBADAH ke agama mana saja karena semua AGAMA SAMA dan semua AGAMA BENAR.



Dalil GUS DUR-04 : ( Reference : http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/186/52/ )

al-Baqarah (2): 256 yang berbunyi la ikraha fiy al-din (tidak ada paksaan dalam agama).



Analisis DALIL GUS DUR-04 berdasarkan kaitan antar Ayat :

(Ayat Sebelumnya)

(al-Baqarah (2): 255) “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”



(Ayat dalam Dalil GUS DUR-04)

al-Baqarah (2): 256 yang berbunyi : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

[162]. Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.



(Ayat Setelahnya)

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.



(ANALISIS AYAT)

Ayat yang dipakai oleh Gus DUR untuk DALIL ini hanya sepenggal saja, Dia tak berani menggunakan seluruh ayat ini (Al Baqarah:256) sebab justru akan bertentangan dengan PLURALISME yang dianutnya dalam ber-TUHAN. Anda bisa lihat dalam kalimat ini : “Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.”

Disini jelas-jelas dinyatakan Tuhan yang benar hanyalah ALLAH Swt, Tuhan yang harus diingkari adalah THOGUT (TUHAN yang disembah Selain dari ALLAH Swt.)



DALIL YANG DIPAKAI GUS DUR DILUAR AL QUR’AN :

Kedua, pengharaman pluralisme agama tersebut menentang sunnatullah. Bahwa bumi sebagai tempat hunian umat manusia adalah satu, itu diakui. Namun, telah menjadi sunnatullah, para penguhuni bumi tidak berada dalam satu warna yang tunggal, tapi selalu terpecah-pecah ke dalam berbagai suku, ras, bahasa, profesi, kultur, agama.



ANALISIS DALIL : DALIL inipun bukan pula pembenaran terhadap PLURALISME dalam beragama, ber-IBADAH, dan ber-TUHAN melainkan penjelasan dan penegasan ALLAH Swt. Bahwa manusia diciptakan bersuku2 dan berbangsa2 dengan tujuan agar saling kenal mengenal, sesuai dengan Surat Al Hujurat ayat : 13 “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”



Memang Sunatullah munculnya keberagaman ini dalam berbagai suku, ras, bahasa, profesi, kultur, agama. Tapi itu bukan berarti pembenaran PLURALISME yang kebablasan bahwa masing2 AGAMA itu berbeda-beda tetapi tetap satu kebenaran, Dalam bahasa Nurcholish Madjid, agama-agama adalah ibarat jari-jari roda yang menuju kepada pusat roda (tuhan) yang sama. Jadi mau beriman pada Tuhan yang mana saja, baik beriman pada THAGHUT (TUHAN Selain ALLAH) maupun beriman pada ALLAH Swt. Dua-duanya adalah benar karena akan menuju pada pusat roda (TUHAN) yang sama.



Ketiga, fatwa pengharaman itu menunjukkan sikap dan watak para perumusnya yang tidak toleran, cenderung eksklusif, dan memandang umat agama lain dalam kegelapan dan kesesatan. Sikap seperti ini, saya kira amat berbahaya bagi kehidupan masyarakat yang plural seperti Indonesia.



ANALISIS DALIL : DALIL ini bertentangan dengan Surat Al Maidah ayat: 3 yang berbunyi “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Ayat ini menjelaskan bahwa hanya ISLAM satu-satunya AGAMA yang di ridhoi ALLAH Swt. Sehingga jelas-jelas ayat ini menentang DALIL GUS DUR tentang Pembenaran PLURALISME yang dianutnya dan penolakannya pada FATWA MUI.



DALIL ini juga bertentangan dengan Surat Al Baqarah ayat: 256 yang berbunyi : “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”



Ayat ini menyatakan bahwa sudah jelas mana yang sesat mana yang tidak, yang SESAT adalah yang beriman pada Thaghut (Tuhan selain ALLAH) dan ingkar pada ALLAH Swt. Yang BENAR adalah yang ingkar pada Thaghut (Tuhan selain Allah) dan beriman pada ALLAH Swt. Bagaimana dengan PLURALISME yang beriman pada Thaghut (Tuhan selain ALLAH) dan beriman juga pada ALLAH Swt? Apakah menggabungkan Thaghut dan ALLAH Swt sebagai TUHAN yang sama-sama BENAR dan sama-sama diimani adalah suatu KEBENARAN ataukah suatu KESESATAN? Silahkan difikirkan sendiri..



Keempat, .... Haraplah diketahui, bahwa gagasan pluralisme agama hanya menghendaki adanya pengakuan dan penerimaan tentang fakta pluralisme agama-agama. Pendeknya, pluralisme agama berarti adalah kesiapan seseorang untuk menerima kehadiran dan eksistensi orang lain. Pluralisme agama mengandaikan terciptanya sebuah tradisi-yakni kultur dan sikap mental yang memandang seluruh umat manusia secara setara dalam posisinya sebagai hamba Allah, terlepas dari keragaman simbol dan identitas yang melekatinya.



ANALISIS DALIL :

01. PLURALISME menghendaki adanya pengakuan dan penerimaan tentang fakta pluralisme agama-agama, silahkan saja dan sah-sah saja SELAMA MASIH DALAM KORIDOR BERSOSIALISASI, DAN BERMUAMALAH BUKAN DALAM HAL BERTUHAN DAN BERIBADAH.

02. Pluralisme agama berarti adalah kesiapan seseorang untuk menerima kehadiran dan eksistensi orang lain ya silahkan saja sah-sah saja SELAMA MASIH DALAM KORIDOR BERSOSIALISASI, DAN BERMUAMALAH BUKAN DALAM HAL BERTUHAN DAN BERIBADAH.

03. Pluralisme agama mengandaikan terciptanya sebuah tradisi-yakni kultur dan sikap mental yang memandang seluruh umat manusia secara setara dalam posisinya sebagai hamba Allah silahkan saja sah-sah saja SELAMA MASIH DALAM KORIDOR BERSOSIALISASI, DAN BERMUAMALAH BUKAN DALAM HAL BERTUHAN DAN BERIBADAH.

“JUGA BUKAN BERARTI HARUS MAU MENGAKUI SEMUA AGAMA SAMA SEMUA AGAMA BENAR, DAN SEMUA TUHAN SAMA SEMUA TUHAN BENAR. JADI MAU BERTUHAN ALLAH SWT MAUPUN BERTUHAN THAGHUT IS NO PROBLEM.”





(Analisis Dalilnya CAK NUR)

1. DALIL CAK NUR-01 :

Cak Nur berpendapat, pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah, Sunnatullah), yang tidak akan berubah, sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari. Dan Islam adalah agama yang Kitab Suci-nya dengan tegas mengakui hak agama-agama lain, kecuali yang berdasarkan paganisme atau syirik, untuk hidup dan menjalankan ajaran masing-masing dengan penuh kesungguhan. Al-Quran memperingatkan bahwa seluruh ummat manusia tanpa kecuali adalah bersaudara (Q, 49:13).



Analysis Dalil CAK NUR-01 Berdasarkan kaitan antar Ayat :

Ayat Sebelumnya : (QS 49:12)

12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Ayat Dalil CAK NUR-01 : (QS 49:13)

13. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.



Ayat Setelahnya : (QS 49:14)

14. Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman." Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."



(ANALISIS DALIL CAKNUR-01)

DALIL inipun bukan pula pembenaran terhadap PLURALISME dalam beragama, ber-IBADAH, dan ber-TUHAN melainkan penjelasan dan penegasan ALLAH Swt. Bahwa manusia diciptakan bersuku2 dan berbangsa2 dengan tujuan agar saling kenal mengenal. Dalil ini tidak menjelaskan bahwa seluruh ummat manusia tanpa kecuali adalah bersaudara. Tak ada satupun Ayat Al Qur’an yang menjelaskan hal tersebut, justru persudaraan yang ada dalam Al Quran adalah (QS 49:10) “10. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”



Yang aneh adalah pernyataan CAK NUR bahwa : “Islam adalah agama yang Kitab Suci-nya dengan tegas mengakui hak agama-agama lain, kecuali yang berdasarkan paganisme atau syirik” Disatu sisi dia bicara mengenai syirik disisi lain dia membenarkan semua Agama dan diakui hak nya dalam ISLAM. Apa bertuhan THOGUT (Bertuhan Selain ALLAH Swt) tak termasuk Syirik? Apa bertuhan Trinitas tak termasuk Syirik? Apa bertuhan Patung dan menyembah banyak DEWA tak termasuk kedalam Syirik? Apa beriman pada semua Agama dan semua TUHAN juga tak termasuk SYIRIK? ISLAM tak ada paksaan, karena sudah jelas mana jalan yang LURUS mana jalan yang SESAT Jadi silahkan pilih mau jalan yang lurus Beriman pada ALLAH Swt dan ingkar pada THOGUT(Tuhan selain ALLAH) atau jalan yang sesat Beriman pada Thogut dan ingkar pada ALLAH Swt (Non ISLAM), Beriman pada ALLAH dan beriman juga pada THOGUT (JIL) atau INGKAR pada ALLAH dan juga INGKAR pada THOGUT (ATHEIS) (Reference Al Quran - QS 2:256)



ISLAM mengakui hak Agama lain hanya dalam hal bermuamalah, bersosialisasi, dan bertetangga, dan TIDAK dalam hal ber-TUHAN maupun Beribadah/ RITUAL apalagi pindah-pindah TUHAN karena semua TUHAN sama ataupun pindah-pindah IBADAH/Ritual ke Agama mana saja karena semua AGAMA Sama dan semua AGAMA Benar. Untuk yang satu ini tak ada toleransi sedikitpun dalam ISLAM..!!



Yang lebih aneh lagi adalah pernyataan CAK NUR bahwa : “Cak Nur berpendapat, pluralisme sesungguhnya adalah sebuah Aturan Tuhan (Sunnat Allah, Sunnatullah), yang tidak akan berubah, sehingga juga tidak mungkin dilawan atau diingkari.” Inilah sumber/inti Ajaran Pluralisme yang diagung2kan CAK NUR. CAK NUR terlalu men-dramatis. Memang Sunatullah munculnya keberagaman ini dalam berbagai suku, ras, bahasa, profesi, kultur, agama. Tapi itu bukan berarti pembenaran PLURALISME yang kebablasan, bahwa masing2 AGAMA itu berbeda-beda tetapi tetap satu kebenaran atau SEMUA AGAMA SAMA dan SEMUA AGAMA BENAR. Dalam bahasa Nurcholish Madjid, agama-agama adalah ibarat jari-jari roda yang menuju kepada pusat roda (tuhan) yang sama. Jadi mau beriman pada Tuhan yang mana saja, baik beriman pada THAGHUT (TUHAN Selain ALLAH) maupun beriman pada ALLAH Swt. Dua-duanya adalah benar karena akan menuju pada pusat roda (TUHAN) yang sama.



PLURALISME memang Sunatullah (kenyataan hidup dan Ujian hidup), akan selalu ada orang JAHAT atau orang BAIK, akan selalu ada (orang KAFIR)INGKAR atau orang yang BERIMAN. Tergantung pribadi masing2 mau tetap KAFIR, mau tetap MURTAD, mau tetap menjadi penjahat, mau tetap korupsi atau mau BERTAUBAT. Tapi kalau Pluralisme adalah sesuatu yang tak mungkin dilawan atau diingkari adalah KELIRU BESAR, karena terbukti Muhammad Rosulullah Saw berhasil membuktikan untuk menyatukan keberagaman dan PLURALISME bangsa arab MEKAH dan MADINAH hanya dalam waktu 23 tahun masa kenabian kepada persaudaraan, kesatuan dan persatuan ISLAM, tanpa pemaksaan dan bukan ISLAM LIBERAL.



Pluralisme adalah sesuatu yang tak mungkin dilawan atau diingkari adalah KELIRU BESAR, karena terbukti pula dalam Al Quran (Surah Ali Imran QS 3:103) “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”


DALIL YANG DIPAKAI CAK NUR DILUAR AL QUR’AN :

5. Penentangan PLURALISME dan Liberalisme Oleh Rosulullah SAW dalam AL HADITS :

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha mempengaruhi Nabi saw. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seorang yang paling kaya di kota Makkah, dan akan dikawinkan dengan yang beliau kehendaki. Usaha ini disampaikan dengan berkata: "Inilah yang kami sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat agar engkau jangan memaki-maki tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun." Nabi saw menjawab: "Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku." Ayat ini (S.109:1-6) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk menolak tawaran kaum kafir. Dan turun pula Surat Az Zumar ayat 64 sebagai perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala.

(Az Zumar:64) Katakanlah: "Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?"
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi saw.: "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula." Maka turunlah Surat Al Kafirun (S.109:1-6).
(Diriwayatkan oleh Abdurrazaq yang bersumber dari Wahb dan Ibnul Mundzir yang bersumber dari Juraij.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughirah, al-'Ashi bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah saw dan berkata: "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami." Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6)
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Mina.)



6. Penentangan PLURALISME dan Liberalisme Oleh ALLAH Swt dalam AL QURAN. :

Paham PLURALISME dan LIBERALISME dalam segala hal termasuk dalam beribadah dan ber-TUHAN bertentangan dengan :



a. Seluruh ayat dalam Surat AL-KAFIRUN :

1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,

2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

ANALISIS : Tak ada Toleransi sedikitpun dalam urusan ibadah/ritual maupun dalam ber-Tuhan, termasuk didalam nya RITUAL AGAMA Bersama, Berpindah-pindah IBADAH ke Agama LAIN karena semua AGAMA SAMA, Apalagi Berpindah-pindah menyembah TUHAN. Toleransi, Pluralisme dan keberagaman hanya dibolehkan dalam hal BERSOSIALISASI dan BERTETANGGA.



b. Ayat terakhir turunnya AL-QURAN Surat Al Maidah: ayat 3

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”



ANALISIS: Ayat ini menjelaskan bahwa hanya ISLAM satu-satunya AGAMA yang di ridhoi ALLAH Swt. Sehingga jelas-jelas ayat ini menentang DALIL GUS DUR tentang Pembenaran JIL dalam penolakan FATWA MUI : “Ketiga, fatwa pengharaman itu menunjukkan sikap dan watak para perumusnya yang tidak toleran, cenderung eksklusif, dan memandang umat agama lain dalam kegelapan dan kesesatan. Sikap seperti ini, saya kira amat berbahaya bagi kehidupan masyarakat yang plural seperti Indonesia.” Sementara maunya Gus DUR dan JIL adalah semua AGAMA SAMA dan SEMUA AGAMA BENAR , jadi tak ada lagi kecenderungan eksklusif yang tak toleran terhadap agama lain dan tak ada lagi pandangan bahwa hanya ISLAM lah satu-satunya agama yang diridhoi ALLAH Swt dan juga tak ada lagi yang berpandangan bahwa umat agama lain dalam kegelapan dan kesesatan.



Tapi anehnya justru kata-kata inilah yang sering didengung-dengungkan oleh Para Aktivis KRISTENISASI (Semua AGAMA SAMA dan semua AGAMA BENAR), dan sekarang mereka berhasil buka cabang, dengan mengatas namakan ISLAM, HAM dan DEMOKRASI.



CONCLUSSION :

Terciptanya paham Pluralisme dan Liberalisme ISLAM pada dasarnya adalah akibat ajakan dan rayuan Kaum Non Moslem untuk bersekutu dan bersatu dengan Moslem (Umat ISLAM) dalam SEGALAi HAL termasuk dalam Beribadah dan ber-TUHAN dan ULAMA yang tergiur akan diangkat jadi pemimpinnya.



Persis seperti zaman NABI Muhamad Rosulullah Saw ketika didatangi Umayyah bin Khalaf dan berkata : "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami." Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6) SUJRAT AL KAFIRUN. Dan Rosulullah Saw membaca surat AL KAFIRUNdengan tegas MENOLAKNYA..!!



“DISINI TERBUKTI AJAKAN PLURALISME DAN LIBERALISME SUDAH ADA SEJAK ZAMAN ROSULULLAH SAW..!! CUMA BEDANYA DULU ROSULULLAH SAW dan AL QURAN MENOLAKNYA, TAPI JUSTRU SEKARANG ULAMA KITA MENDUKUNGNYA.. !! TANYA KENAPA..!!??”


APA KARENA ISLAMNYA LEBIH HEBAT DARI ROSULULAH SAW. DAN PARA SAHABATNYA ATAU :

KARENA DIRINYA MERASA LEBIH HEBAT DARI AL QURAN?


Best Regards

[Emilliano]
Lecturer and Researcher
Muslim KL


-------------------------

Saya bersumpah bahwa YESUS adalah seorang MOSLEM dan bukan TUHAN, Dia mengajarkan Kalimat TAUHID Dalam AL KITAB INJIL, dan dia Membenarkan Kenabian ROSULULLAH Muhammad Saw dalam AL KITAB INJIL, Membenarkan AL Quran yang merupakan KITAB Penyempurna dari INJIL, TAURAT dan ZABUR yang telah dirusak dan dipalsukan oleh UMAT sebelumnya. Dan YESUS akan tetap seorang MOSLEM hingga akhir zaman, yang melindungi UMAT ISLAM. Dialah ISA AL Masih AS.
chupzsegav wrote on Sep 22, '09
Pluralisme dan Liberalisme harus di hapuskan di Seluruh Indonesia ,,, karena pemikiran seperti itu di bangkitkan lagi oleh tangan tangan orang kafir yang mengambil bibit bibit muslim ke amerika dan berbagai negara kafir untuk di ajarkan Pelajaran seperti itu ,,, dan sepulang bibit itu dari luar negeri mreka mengajarkan PLURALISME DAN LIBERALISME di indonesia ,,, wal iyyadzubillah ,,, kembalilah kepada Ajaran Salafussholih ...
dien4681 wrote on Sep 29, '09
Semua keturunan nabi Muhammad(saw) mempunyai kerusi diatas.Bener atau salah itu urusan mereka nanti,membenci keturunan nabi bererti membenci nabi,membenci nabi..itu udah urusan kamu dengan Alloh.Maka dari itu kita semua saling hormat menghormati satu sama lain,siapa tau orang yang kita benci itu adalah benar2 keturunan nabi Muhammad(saw) Mari kita semua selalu bersholawat kepada nabi agung Muhammad (saw).semoga kita semua tergolong orang2 yang di cintai nabi Muhammad(saw) amin ya Alloh.
jumpmall99 wrote on Dec 2, '09
Saya lebih tertarik dan percaya dengan susunan nasab dari versi RABITAH ALALAWIYAH (www.rabithah.net) karena mereka telah konsisten dari awal dalam hal penulisan silsilah/nasab. Kalau memang masih penasaran mending datang aja langsung ke alamatnya di Jalan KH mas mansyur no.25 tanah abang Jakarta. Jadi 'ga ngomong terus kayak 'Tong kosong nyaring bunyinya '
topx091 wrote on Jan 2, '10
Gus Dur.....i love u full!!
topx091 wrote on Jan 2, '10
dunia mengakui Gus Dur hebat!!banyak penghormatan datang untuk beliau!!
hati2 mulut2 yg ngehina beliau!!pasti Alloh akan ngasih pelajaran bwat kamu!!
nursatya wrote on Jan 6, '10
Aslm wr wb...sy salah seorang anggota robithoh azmatkhan..sekedar mw menanggapi catatan antum ttg silsilah gus dur..yang pasti kejanggalannya adalah bahwa jaka tingkir adalah anak dr Sunan Giri...ini tidak benar..ayah jaka tingkir adalah ki ageng penging..adapun bila gus dur memang kturunan langsung jaka tingkir, maka tautan k rasul mlalui ibu jaka tingkir, yakni nyai ratu mandoko putri dr Sunan Kalijaga yg mnikahi zainab putri syeikh siti jenar turunan rasul jalur azmatkhan...kcuali kl beliau memang kturunan basyeban maka ada kesalahan dalam menautkan k pangeran benowo & jaka tingkir..karena nama2 ini tidak diakui sebagai basyeban..yg diakui adalah sayyid abdurahman basyeban yang mnikahi syarifah khadijah kturunan Sunan Gunung Jati..wallahu alam bishowab
rulyriant wrote on Jan 13, '10
ternyata dari cerita-cerita Said Agil Siraj, Alm. Gus Dur benar-benar manusia luar biasa dan beliau memang keturunan langsung dari Ali bin Abi Talib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW....
reogjatilan wrote on Feb 7, '10
Pluralisme dan Liberalisme harus di hapuskan di Seluruh Indonesia ,,, karena pemikiran seperti itu di bangkitkan lagi oleh tangan tangan orang kafir yang mengambil bibit bibit muslim ke amerika dan berbagai negara kafir untuk di ajarkan Pelajaran seperti itu ,,, dan sepulang bibit itu dari luar negeri mreka mengajarkan PLURALISME DAN LIBERALISME di indonesia ,,, wal iyyadzubillah ,,, kembalilah kepada Ajaran Salafussholih ...
hey rab,ini indonesia buat orang indonesia yang bhineka tunggal ika.
lo arab wahabi laknat terkutuk sebaiknya lo pulang sekarang juga kearab sebelum kampung lo gua bakar.
gua tau lo asegaf arab jinjing yang miskin dan lapar.tapi lo gak tau diri numpang dinegeri orang!!!bangsat lo!!!
reogjatilan wrote on Feb 7, '10
kembalilah kepada Ajaran Salafussholih ...
hey arab,gue pingin minum darah lo.sebab darah wahabi dan penghianat islam sepertilo adalah halal.arab bangsat lo
reogjatilan wrote on Feb 7, '10
DEMI ALLAH WA RASULULLAH SAYA AKAN TERUS MENOLAK GUS DUR !!!
lo rasa lo ini siapa??lo tidak lebih dari arab hina dari kampung arab yang cuman bisa nyantong.lo itu taek.tau gak.?!!lo itu sampah dimasyarakat indonesia.kehadiranlo di indonesia cuma ngotorin bumi pertiwi.arab dancok.
ganyang arab,bakar rumahnya,usir arab dari kampung
332992 wrote on Mar 18, '10
Gus dur mau keturunan Nabi atau bukan sebenarnya tidak perlu diperdebatkan....yang penting ajaran baik beliau tidak ada salahnya kita ikuti, yang tidak baik toh...bagaimanapun beliau manusia. Nabi memang suci dari dosa tapi bukan berarti tidak pernah bersalah/khilaf, yang dimaksud nabi suci (ma'shum) dari dosa bukannya nabi tidak pernah berbuat salah/khilaf akan tetapi kesalahan nabi diiringi langsung dengan tobat dan seketika itu juga tobat nabi diterima sehingga beliau tetap suci dari dosa. Sedangkan anak keturunan nabi jangan disamakan dengan nabi karena sejarah banyak mencatat yang namanya anak keturunan nabi yang juga banyak berbuat salah/khilaf, bahkan berkhianat terhadap nabi.....ambil contoh kan'an putra sang nbai luth bagaimana dia lebih memilih kafir........ jadi mari kita pahami Islam secara utuh......jangan sok jadi orang suci......... ....Percuma kita mengaku Islam yang katanya agama paling benar jika watak kita ternyata sama dengan orang kafir jahiliyah....... Nabi Muhammad saja selalu tersenyum, mendoakan, ....bahkan membesuk musuh-musuhnya ketika kita sakit....bahkan tidak pernah menganggap musuhnya sebagai musuh....kenapa kita tidak mencotoh itu jika kita mengaku ummatnya...... coba saudara-saudara semua bersikap yang arif, santun, dan bijaksana.........
tebheg wrote on May 13, '10
Pada ngomongin Gusdur,
hai kalian semua, berbicaralah terus menghina gusdur dengan ilmu kalian yang seadanya, sesungguhnya kalian tidak mengerti apa-apa tentang gusdur. dan dia tidak benci sedikitpun kepada orang-orang bodoh seperti kalian yang bicara seadanya..
bukan soal pengkultusan atau memihak yahudi atau lainnya.ini semua semata-mata pengabdian gusdur dunia & akherat (rahmatan lil 'alamin) kepada ALLAH SWT. doaku untukMu Gusdur
alvinns wrote on Aug 18, '10
Allah merahasiakan kewalian seseorang supaya kita tidak meremehkan dan merendahkan orang lain, apa salahnya jika kita memberikan masukan yang positif tanpa menghujatnya. Terkadang Allah menguji kita dengan sesuatu yang kita anggap benar ternyata adalah salah, dan sesuatu yg kita anggap salah ternyata benar bagi Allah. Cermati hal ini dan kita renungkan wahai saudaraku.
cahsuroboyo wrote on Aug 19, '10
reog=== jangan bicara kotor atau marah2 dan memaki kaum arab.. ingat Nabimu adlah orang arab, ALQuran berbahasa arab, bahkan wali songo adalah keturunan arab. sayang sekali klo engkau malah mengotori lisanmu dengan makian cacian dan umpatan..
ciawi26 wrote on Sep 27, '10
kalaupun emang beeeeeeneeeeerrrr gusdurrrrrr itu katanya keturunan nabi,,,tapi tapi kalo salah tetep aj salah mu itu orang biasa atau juga keturunan nabi sekalipun, mana ada ulama yang ngehina kitab sucinya sendiri yang di dapat penuh pengorbanan dan cucuran darah oleh baginda rosul...dengan susah payah baginda berdakwah,,,,tapi c gusdur itu ngehina dengan mengatakan al quran itu porno...??????......astagfirullohhaa'dzimm...................moso turunan rosul koyo koe.....
gangga07 wrote on Oct 24, '10
Waaah... kayaknya ada yang kurang dari silsilah itu... Diantara silislah Gusdur tuh ada yg namanya Sayidina Ibnu Dajjal!!
jojohh wrote on Nov 19, '10
Lebih adil kita panggil Dinas Kependudukan yuk biar di cek akte kelahiran silsilah itu. OK?
alasyraaf wrote on Mar 30, '11
:) Ternaya ng itu tidak mengerti Ajaran Islam... Ngaji Yang bener bung ...sekali lagi Ngaji Yang bener....Ternayata nt yang tidak mengerti Ajaran Islam... Buka Hadist teleti disitu.. JANGAN ASAL BACOT
alasyraaf wrote on Mar 30, '11
lo rasa lo ini siapa??lo tidak lebih dari arab hina dari kampung arab yang cuman bisa nyantong.lo itu taek.tau gak.?!!lo itu sampah dimasyarakat indonesia.kehadiranlo di indonesia cuma ngotorin bumi pertiwi.arab dancok.
ganyang arab,bakar rumahnya,usir arab dari kampung
:) eh lo kira semua arab wahabi nyet... paling lo yang keracunan wahabi...halal darah lo gw minum nyet
alasyraaf wrote on Mar 30, '11
Hanya Wali lagi yang mengetahui seseorang itu wali ... emang nt wali yah hebat
alasyraaf wrote on Mar 30, '11
lo rasa lo ini siapa??lo tidak lebih dari arab hina dari kampung arab yang cuman bisa nyantong.lo itu taek.tau gak.?!!lo itu sampah dimasyarakat indonesia.kehadiranlo di indonesia cuma ngotorin bumi pertiwi.arab dancok.
ganyang arab,bakar rumahnya,usir arab dari kampung
Hebat orang indonesia berbicara kaya orang yahudi... perasaan indonesia terkenal denga santun bertutur kata... inget klo tanpa mooyang gw ( arab ) lo engga bakalan merasakan ni'mat iman dan islam.. :) payah
mustolahulhadis wrote on Jun 18, '11
SEJAK KAPAN GUSDUR JADI KETURUNAN NABI MUHAMMAD..................??????????

100% MUSTAHIL..............
mustolahulhadis wrote on Jun 18, '11
islam hancur karena loe

terus loe ngaku2 sbagai keturunan nabi

sadis amat siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhhhhhhhh

ap ga tau malu........????????????????

zacky1978 wrote on Jul 3, '11
Dapat dibuktikan dari sebuah Al-kitab Talchis karangan Abdulloh Bin Umar Assathiri. Sumber ini diklaim telah diteliti dan direstui Rois Aam Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyyah KH. Habib Lutfi Ali Yahya, Pekalongan.......Kitabnya layak untuk dibakar dan dimusnahkan.....Nasab itu diambil dari jalur laki-laki, tidak bisa diambil dari perempuan, kecuali Isa AS bin Maryam....Bebal itu sifatnya Yahudi, Pembuat buku ini temasuk bebal, bertingkah seperti Yahudi dgn berbaju ulama.. Semoga Islam tetap terjaga kesucian nya dari fitnah dan kultus individu, Amin
masyarakattempatan wrote on Aug 6, '11
sudah jangan berdebat ....., silahkan diyakini menurut hati nurani jangan pengaruhi orang lain jika akan menimbulkan fitnah.
masyarakattempatan wrote on Aug 6, '11
coba buktikan jika pendapat anda masing-masing benar.
zaenie wrote on Aug 12, '11
sudah jangan berdebat!!
ilmu Allah lbih luas dr pda ilmu makhluknya..gak usah ngehina juga gak usah menjatuhkan!!
gak usah berfikir anda paling benar..!! yang mengina,yang menjatuhkan,lebih pantas disebut yahudi !!
ingat!! rasul gak mengajarkan kita untuk saling menjatuhkan satu sama laen!!
kalau tidak suka za udah,gak usah memprovokasi!!
mending tunggu nant ja klo sudah mati,mana yang lebih benar dan yang lebih Allah sayangi untuk di tempatkan d sisi nya..semoga Allah memberi rahmat kepada kita semua..amiin.
alfabetria wrote on Sep 8, '11
sampean ini pernah baca kitab ngga toh mas????? atau sampean ngga bisa baca????? FATIMAH AZZAHRA itu putrinya Rasulallah SAW... yang jadi menan tu itu SAYYIDINA ALI...... sampean iki pie toh..... komentar ngga pake rem cakram,
sunankudus34 wrote on Sep 13, '11
aslmkm...maaf saudaraku semuanya menurut saya kita semua umat islam adalah umat nabi muhammad toh kita semuanya adalah keturunan adam dan hawa kita semua umat manusia adalah bersaudara marilah sama2 sebelum melakukan hal2 yg baik dimulai dgn kata 2 yg baik karna islam mengajarkan kebaikan marilah kita beri contoh kepada yg lainnya bahwa sesama umat muslim adalah bersaudara....wkmslm
imja26 wrote on Oct 1, '11
asalamu'alaikum,,,,,, wahai umat rosul utusan allah ketahuilah bahwa seluruh keturunan nabi adam adalah saudara!! dan ingatlah sesungguhnya allah tidak membedakan semuannya dan dalam firman allah "wa'tasimu bihabblillahi jamii aw walaa tafarroqu" yg intinya bagi kita umat islam yang beriman salinglah menjaga ukhwah islamiyyah dan janganlah memutuskan hubungan di antara kita. jika anda ingin berkomen tentang nasab,,,,coba lihat dulu nasab anda!!!
elfizonanwar wrote on Oct 16, '11
syukurlah jika ada etnis Arabnya. tapi untuk istilah keturunan 'nabi' dlm Al Quran tidak ada istilah keturunan nabi apa lagi 'rasul'. karen jabatan kenabian atau pun kerasulan tidaklah ditetapkan dari garis keturunan tapi oleh Tuhan, Allah SWT. Karena itu istilah yang digunakan keturunan Ibrahim, keturunan Ishak dan atau keturunan Muhammad tanpa embel-embel 'nabi' atau 'rasul'-nya.
khusus untuk penggunaan istilah 'keturunan' Muhammad pun perlu kajian lebih lanjut, apakah sesuai dengan penerapan 'nasab' dalam Al Quran (QS. 33:5)?
elfizonanwar wrote on Nov 1, '11
AHLUL BAIT, CELAH ANTARA SUNNI DAN SYIAH

Dlm Al Quran yang menyebut 'ahlulbait', rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

3. QS. 33:33: "...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:

1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg 'nabi' dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau 'anak tunggal' dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

3. Isteri-isteri beliau.

4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan 'nasab'-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

Seandainya ada anak lelaki beliau yang berkeluarga, dan ada anak lelaki pula, wah masalah pewaris tahta 'ahlul bait' akan semakin seru dan hebat.

Mungkin inilah salah satu mukjizat atau hikmah, mengapa Saidina Nabi Muhammad SAW tak diberi oleh Allah SWT anak lelaki sampai usianya dewasa dan berketurunan?. Pasti, perebutan waris tahta ahlul baitnya akan semakin dahsyat.

Bagaimana tentang pewaris tahta 'ahlul bait' dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam. Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.

Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, ya seharusnya diambil dari nasab perempuan seterusnya.

Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta 'ahlul bait'.

Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta 'ahlul bait' yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.

Ya jika Saidina Hasan dan Husein saja bukan Ahlul Bait, pastilah anak-anaknya dan keturunan berikutnya otomatis bukan pewaris Ahlul Bait, mereka murni adalah bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib.

Dengan demikian sudah waktunya kita menutup debat dan perbincangan masalah Ahlul Bait ini. Fihak-fihak baik kelompok sunni, habaib maupun kelompok syiah yang selama ini saling mengklaim bahwa mereka adalah keturunan ahlul bait itu, sebenarnya ridak ada haknya sebagai pewaris ahlul bait akibatnya telah menimbulkan peruncingan hubungan sesama Muslim.
ahlbaith wrote on Dec 4, '11
assalamu alikum

please help me to get details of ahlbaith shaik ali bin aboobaker assakran

shaik ali son sayyed hassan died in hijra 956

hassan son sayyid umar died in hijra 1007 who was called father of banahsan

umar son sayyed ali banahsan died in hijra 1037

his son hassan

his son umar

his son ali who came to india,kerala

please help me to get this all ahlbaith full details of their life,their maqam,qabr,ziyarath etc

my id

ahlbaith@yahoo.co.in

yaseenthangal@gmail.com

+919895339995 +919544339995 +919846339995

also see the attachment


yasmienindo wrote on Mar 9
Assalamu'alaikum Indonesia Arab Hamba allah

UNTUK SEMUA YG TELAH BERBAGI " SHARE " TENTANG NASAB GUS DUR ATAU BASYAIBAN
BAIK ALAWIYYIN ATAU AHLUL HADHROMY YG TERMAKTUB DI " Maktab Daimi - Rabithah Alawiyah " MAUPUN AHWAL YG SUKA ATAU TIDAK SUKA
SAYA TUNGGU KOMENTAR ATAU KALAMIAH YG ADA MA'KHOD KUTUB UNSUB KE EMAIL ANA

antum semua tidak sopan dengan judge fam "BASYAIBAN" yang banyak yg mastur
ana tunggu jama'ah atau ahwal yg isykal tentang BASYAIBAN Di indonesia terutama yg di jawa tengah yg menutup diri karena pesan JIDD ygpada abad 15 -16 Syiar dengan segala strateginya termasuk masuk dalam keluarga keraton dan menjadi bagian dari punggawa keraton RMS dengan nama samaran jawa untuk sukseskan Penyebaran Islam di indonesia Hakadza afwan wa syukron


email ana : yasmien.indonesia@gmail.com

mastur_hadhromy_kudus jawa tengah
raground76 wrote on Apr 21
Saya rasa dalam hal ini perlu kehati-hatian dalam mengkaji nasab Gusdut tersebut, jangan memastikan yag benar-benar belum jelas. gusdur sendiri hanya mengetahui nasabnya sampai kepada ki.Ash'ari ...! slbhnya beliau tidak tahu, jika diatas tadi desebutkan setelah sunan giri adalah jaka tingkir, cba dikaji lagi, siapa orang tua jaka tingkir...? apakah sampai nasabnya kepada sunan giri ? jangan smpai keliru ...!
dherse wrote on Apr 26
mangkanya kenapa nabi diturinin di Arab , karna arab rajanya maksiat , tukang hamilin pembantu , kawin kontrak , habis ngempruut pulang kampung , tidak semua wali songo keturunan arab ... ada dari campa asia tengah , dan asli jawa , Hiduuuup Gusduur
dherse wrote on Apr 26
Muke loe Dajjal ... nama doang loe keren gangga .. ga taunya gobloooooooook .... Hidup Gus Dur
dherse wrote on Apr 26
Dapat dibuktikan dari sebuah Al-kitab Talchis karangan Abdulloh Bin Umar Assathiri. Sumber ini diklaim telah diteliti dan direstui Rois Aam Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyyah KH. Habib Lutfi Ali Yahya, Pekalongan.......Kitabnya layak untuk dibakar dan dimusnahkan.....Nasab itu diambil dari jalur laki-laki, tidak bisa diambil dari perempuan, kecuali Isa AS bin Maryam....Bebal itu sifatnya Yahudi, Pembuat buku ini temasuk bebal, bertingkah seperti Yahudi dgn berbaju ulama.. Semoga Islam tetap terjaga kesucian nya dari fitnah dan kultus individu, Amin
Muka loe sini gue bakaar .... paling2 nyontek loe dari buku nulisnya .. Copy paste ..
dherse wrote on Apr 26
GUS DUR membela ahmad dhani dulu karena SEORANG ULAMA KITA ALHABIB RIZIEQ SYIHAB (semoga allah panjangkan umurnya) menolak keras tentang lambang dewa yang bertuliskan allah di injak injak di panggung secara resmi dan sengaja ... sudah jelas jelas tulisan allah eeehhh malah gus dur membela ahmad dhani .... gus dur mana bisa liat .... klo bener dia ulama yang bagus mana kelakuan dia yang sudah bermanfaat bagi umat islam di indonesia ???
GUS DUR membela AHMADIYAH ALIRAN SESAT MENYESATKAN ... apa apaan itu ...... seorang ulama yang membela aliran sesat yang sudah jelas jelas menyimpang malah di bela oleh gus dur ... mana ke aliman dia ???
liat akbat dia selalu menentang ALHABIB RIZIEQ SYIHAB ... liat akibatnya orang orang sudah gag ada yang mau pilih dia .. NU pun sudah tidak memilih dia ... liat dia menganti ASALAMUALAIKUM menjadi SELAMAT PAGI ??? mana sosok ulama nyaa ...???? dia bilang ALQURAN porno ??? wal iyyadzubillah .........
HAQ ADALAH HAQ BATHIL ADALAH BATHIL ... saya bersumpah demi allah kalau gus dur alirannya lurus tidak menyimpang saya akan dukung gus dur tetapi kalau gus dur masih membela hal hal yang seperti saya sebutkan atau nanti hal hal yang menyimpang yang akan muncul DEMI ALLAH WA RASULULLAH SAYA AKAN TERUS MENOLAK GUS DUR !!!
Hiduuup Gus Dur .... Gusdur pembela semua Umat .... Habib Rizieq Shihab ... klu berani serang tuh , ALEXIS , MALIOBORO , CLASSYC , barani gaa berani sama orang miskin tukang bakso , warteg ... hahahaaaaiiiii
dherse wrote on Apr 26
GUS DUR ( NGAKU NGAKU CUCU NABI )

Awal Mei 2008, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika serikat memenuhi undangan Simon Wiesenthal Center (SWC), sebuah LSM Zionis garda terdepan di AS. SWC akan menganugerahkan Medal of Valor, Medali Keberanian, buat Durahman yang dianggap sangat berani membela kepentingan Zionis di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar dunia bernama Indonesia.
Dalam konferensi pers di Gedung PBNU Jakarta, sebelum keberangkatannya, Durahman menyatakan bahwa kepergiannya ke AS selain untuk menerima penghargaan tersebut juga akan merayakan seklaigus mengucapkan selamat atas kemerdekaan negara Israel ke-60. Durahman bukannya tidak tahu jika kemerdekaan Israel merupakan awal dimulainya teror, pembunuhan, pemerkosaan, pengusiran yang dilakukan teroris Zionis Yahudi terhadap ratusan ribu hingga jutaan warga Palestina yang sampai detik ini masih jutaan jumlahnya yang menjadi pengungsi di negeri-negeri sekitar tanah airnya. Tapi Durahman telah memilih posisi sebagai sekutu Zionis-Israel, bukan Palestina.
Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los Angeles.
Sebagai tuan rumah adalah Rabbi Mervin Hier (Pendiri SWC dan Rabbi paling berpengaruh di AS 2007-2008), yang dengan tangannya sendiri mengalungkan medali tersebut ke leher Durahman. Durahman sendiri, sambil terus duduk di kursi rodanya, tersenyum dan mencium dengan penuh takzim medali tersebut. Inilah seorang manusia yang bernama Abdurrahman Wahid, tokoh sentral dalam AKKBB.

Sudah sedemikian jelas sekarang, siapa yang memperjuangkan Islam dan siapa yang memilih bersekutu dengan musuh-musuh Allah SWT. Masihkan Anda ragu mengambil posisi dalam perjuangan ini?
Wei jangan jadi biang kerook teman gue marga asegaf ... kawin meluluu .... habis kawin anak orang di tinggal .... , gus dur ga ada matinyee Mann .... tau ape loe tentang gus Dur ... Dasar ente Majdenun ... bahlul ente ...
dherse wrote on Apr 26
SETUJUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!! GUS DUR BUKAN TURUNAN NABI, SUDAH BANYAK HAL YANG MENCORENG YANG GUS DUR LAKUKAN HANYA UNTUK MENCAPAI KEINGINANNYA!!! STUJUUUUUUUUUUUU
Woooooiiiii Lonteeee ..... Tauu Apaa loo tentang Gusdur ... ngaji dulu sono sama abah Madrooii .. hahahaaaai
draokanto wrote on Apr 28
sembarang nek gak roh dewe, podo gak erohne ae debat, mangkane nek gak eroh dewe ojo komentar
kangimam99 wrote on Apr 30
yg menjelekan gus'e semoga dima'fu ALLOH,,,
alfaqir.......
doel76 wrote on May 3
YANG MENGHINA GUS DUR, HANYA 2 KEMUNGKINAN : KALO GAK AKHIRNYA DIBERI HIDAYAH DAN TOBAT, YA KEMUNGKINAN KEDUA: HANCUR BERANTAKAN..!!!
Add a Comment